Ridho Ficardo Genjot Pariwisata Lampung


Gubernur Lampung M Ridho Ficardo | Tim Media M Ridho Ficardo
Gubernur Lampung M Ridho Ficardo | Tim Media M Ridho Ficardo

Duajurai.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Ridho Ficardo menjadi narasumber pada diskusi terbatas pengembangan pariwisata Provinsi Lampung di Hotel Novotel, Selasa sore, 31/5/2015. Ia menghimbau untuk mempererat sinergitas antara pemerintah dengan para pelaku pariwisata Lampung, sehingga tercipta kebijakan dan pembangunan pariwisata yang terarah.

“Sinergi pemerintah dengan pelaku sektor jasa pariwisata harus dieratkan. Apa yang dikerjakan pemerintah belum tentu sesuai dengan pandangan para pelaku wisata. Untuk itu sangat dibutuhkan sinergi dan saran dari para pelaku pariwisata,” katanya seperti dalam rilis yang diterima duajurai.com, Selasa, 31/5/2016.

Ia juga menginstruksikan kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam waktu dekat untuk menggelar rapat dengan asosiasi-asosiasi yang berkaitan dengan pariwisata, guna membahas detail rancangan dan kebijakan pariwisata Lampung.

Selain itu, ia berharap ada semacam pengkajian mengenai wisata alam di Lampung. “Parameter-parameter penjagaan lingkungannya harus dilakukan semacam audit. Wisata alam harus berkesinambungan, jangan sampai over promote. Pariwisata harus berbasis lingkungan jika ingin sustainable. Jangan sampai promo habis-habisan namun 5 tahun kemudian hancur,” jelasnya.

Dalam pengembangan pariwisata, ada banyak yang akan digulirkan di Lampung. Mulai dari Sail Krakatau, pembangunan Yacht Marina, Pengembangan Teluk Nipah, contohnya Nusa Dua bekerja sama dengan ITDC, dan beberapa pembangunan lainnya, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, dan pengembangan bandara-bandara di Lampung dalam mendukung geliat pariwisata Lampung.

Khusus mengenai KEK Pariwisata Lampung, Menurut gubernur muda ini, sudah disetujui Kementerian Pariwisata, asalkan kawasan tersebut mencakup seluas 500 hektar. Namun Lampung hanya mampu secara anggaran 200 hektar. Untuk itu pemprov terus berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata, hingga kementerian menjanjikan siap mencarikan investor untuk Lampung dalam pengembangan KEK.

Pemprov juga menjalin komunikasi dengan produser dan sutradara-sutradara perfilman tanah air, salah satunya Rizal Mantovani. Direncanakan akan memasukan Lampung ke dalam filmnya yang bercerita tentang traveling. “Siapa tau bisa seperti Laskar Pelangi di Belitung, atau film Julia Robert, ‘Pray, Eat & Love di Bali. Gubernur Bali cerita efek film tersebut sangat luar biasa, Lampung akan coba ke arah sana.” pungkasnya (*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Nanang Ermanto: Estimasi Anggaran Pendapatan Daerah Lamsel 2020 Rp 2,3 Triliun

KALIANDA, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menyampaikan nota keuangan Rancangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *