Benarkah Olahraga dengan Perut Kosong Lebih Sehat?


Senam aerobik | Ist
Ilustrasi olahraga | Ist

Duajurai.comm, Jakarta Bagi beberapa orang, berolahraga begitu bangun tidur sebelum mengonsumsi apapun dianggap sebagai momen paling baik. Namun, sebagian lagi beranggapan, perlu makan terlebih dahulu sebelum menjalankan olahraga.

Situs CNN Indonesia, Rabu, 1/6/2016, melansir, perdebatan kedua hal tersebut ternyata memang terjadi karena perbedaan kondisi pada masing-masing orang. Ahli nutrisi dan fisiologi olahraga University of Missouri mengatakan bahwa kondisi fisiologi pada satu orang bebeda dengan lainnya, seperti yang dirilis SELF.

Diketahui, asupan karbohidrat sebelum melakukan aktivitas akan memberikan energi lebih pada tubuh. Menurut Kelly Pritchett dari Central Washington University, karbohidrat diubah tubuh menjadi glikogen saat beraktivitas, termasuk olahraga, sebagai bahan bakar tubuh.

Pritchett termasuk ahli yang merekomendasikan untuk melengkapi karbohidrat sebelum olahraga. Menurut Pritchett, dua hingga tiga jam sebelum olahraga direkomendasikan makan makanan tinggi karbohidrat, protein sedang, dan rendah serat.Asupan itu akan membuat tubuh lebih berenergi dan bisa membuat olahraga yang dilakukan semakin intens.

Di sisi lain, olahraga dengan perut kosong pun sebenarnya tidak menimbulkan masalah pelik. “Secara fisiologis, tidak berbahaya berolahraga dengan perut kosong,” kata Ball, dikutipFox News.

Meski tidak berbahaya, namun berolahraga dengan perut kosong perlu disesuaikan dengan tingkat intensitas dan tujuan berolahraga. Bila akan berolahraga berat, disarankan mengonsumsi camilan sebelum olahraga.

Beberapa penelitian menunjukkan hal yang bertentangan. Sejumlah studi menunjukkan olahraga dengan perut kosong lebih mudah membakar lemak. Namun, sebagian yang lain, fungsi olaharaga akan lebih optimal dengan perut yang terisi cadangan energi.

“Tapi konsumsi setelah olahraga itu lebih penting,” kata Ball. “Pastikan mengisi tenaga dengan makanan tinggi protein setelah berkeringat untuk membantu otot memperbaiki jaringan dan memaksimalkan keuntungan semua kerja keras yang sudah dilakukan.”(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Bonus Atlet Indonesia Berprestasi di SEA Games Dinilai Terlalu Kecil

JAKARTA, duajurai.co – Pengamat olahraga nasional Budiarto Shambazy menilai, bonus untuk para atlet Indonesia berprestasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *