Dinkes Lambar Hadiri Penilaian Lapangan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Lampung


ACARA penilaian lapangan tenaga kesehatan teladan di Puskesmas Batu Brak, Lampung Barat, Senin, 30/5/2016. | Humas dan Protokol Pemkab Lambar
ACARA penilaian lapangan tenaga kesehatan teladan di Puskesmas Batu Brak, Lampung Barat, Senin, 30/5/2016. | Humas dan Protokol Pemkab Lambar

Duajurai.com, Bandar Lampung – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat Akmal Abdul Nasir mewakili Bupati Lampung Barat Mukhils Basri, menghadiri acara Penilaian Lapangan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2016 di Puskesmas Batu Brak, Senin, 30/5/2016.

Selain itu, acara juga dihadiri Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Utami Rosdiana, Tim Penilai Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Lampung Anita Andirani, Kepala SKPD terkait, dan camat.

Akmal Abdul Nasir menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan menuju Milenium Development Goals (MDGs) adalah terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu, adil, merata dan terjangkau dengan sasaran yang akan dicapai. Sasaran tersebut adalah meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) dari 70,7 tahun menjadi 72 tahun, menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dari 346 menjadi 306 per 100.000 kelahiran hidup, menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB) dari 32 menjadi 24 per 1.000 kelahiran hidup.

“Untuk mendukung upaya tersebut diperlukan profesionalisme tenaga kesehatan, keteladanan dan penghargaan, yaitu dilakukannya penilaian tenaga kesehatan teladan di puskesmas,” jelasnya dalam rilis yang diterima duajurai.com, Senin, 30/5/2016.

Peserta penilaian tenaga kesehatan teladan ada empat kategori, yaitu kategori tenaga medis; dokter dan dokter gigi, kategori tenaga keperawatan yaitu perawat dan bidan, kategori tenaga nutrisionis atau ahli gizi, dan kategori tenaga kesehatan masyarakat (sanitarian, analis kesehatan, epidemiologi, penyuluh kesehatan, asisten apoteker, dsb).

Tahun ini, Kabupaten Lampung Barat mengirimkan tiga kriteria untuk mengikuti penilaian tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Lampung, yaitu Kurniasari dari Puskesmas Lombok Kecamatan Lumbok Seminung, Windi Nur Emiria, kriteria perawat dari Puskesmas Batu Brak, dan Misdalina, kriteria tenaga kesehatan masyarakat dari Puskemas Kenali Kecamatan Belalau. Windi Nur Emiria berhasil masuk nominasi tiga besar sebagai tenaga perawat puskesmas.

Di Kabupaten Lampung Barat dalam upaya mendukung program pemerintah, yaitu tentang kesehatan jiwa, maka UPT Puskesmas Batu Brak mulai mengaktifkan program kesehatan jiwa mulai bulan desember 2013, melalui inovasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan Windi Nur Emiria. (*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Nanang Ermanto: Estimasi Anggaran Pendapatan Daerah Lamsel 2020 Rp 2,3 Triliun

KALIANDA, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto menyampaikan nota keuangan Rancangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *