Sidang Tipikor, Eks Kadisdik Lampung Tauhidi Banyak Tidak Tahu soal Keterangan Saksi


TERDAKWA korupsi Tauhidi menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Selasa 24/5/2016. Agenda sidang adalah mendengarkan keterangan saksi. | Alhuda Tri Putra/duajurai.com
TERDAKWA korupsi Tauhidi menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Selasa 24/5/2016. Agenda sidang adalah mendengarkan keterangan saksi. | Alhuda Tri Putra/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Pengadilan Tipikor Tanjungkarang menggelar sidang lanjutan terdakwa Tauhidi dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, pada Selasa, 24/5/2016.  Dalam sidang yang dipimpin Syamsudin SH jaksa menghadirkan sembilan orang saksi.

Dari sejumlah keterangan saksi yang dihadirkan, terdakwa Tauhidi banyak menjawab tidak tahu saat diberikan hak jawab oleh majelis Hakim.

Saksi bernama M Irsan, mengaku pada majelis hakim pernah ditawarkan uang sebesar Rp40 juta oleh Edward Hakim untuk membantu proyek bantuan siswa miskin (BSM) Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung saat Tauhidi menjabat Kepala Dinas, namun ia tidak mengambilnya sepeser pun. Hakim pun mencecar para saksi terkait kasus tersebut dan kewenangan Tauhidi selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran).

Sebelumnya saat sidang perdana pada Selasa 17 Mei lalu, Tauhidi mengatakan dirinya siap bertanggung jawab terkait dugaan kasus yang menjeratnya tersebut. “Saya akan berlaku satria dan bertanggung jawab selaku pimpinan,” ucap Tauhidi kepada para wartawan usai menjalani sidang.

Menurutnya, terkait permainan-permainan di bawah, dirinya tak mengetahui yang bermain. “Ya, ini harus diungkap di persidangan karena saya tak pernah melakukan itu,” kata ia lagi.

Tauhidi mengungkapkan, dirinya tak kenal Hendrawan. “Saya kenal saat ia (Hendrawan) ditangkap Kejaksaan Agung dan di bawa ke sini saja (pengadilan). Bagaimana mau berkoalisi, kenal juga tidak?” tegas mantan Pj Bupati Lampung Timur tersebut.

Smeentara penasihat hukum Tauhidi, Ahmad Handoko, menyatakan, pada persidangan lalu pihaknya tak menyampaikan eksepsi atau keberatan terkait formil dakwaan. “Kami ingin mempercepat proses persidangan agar segera masuk dalam pokok perkara. Ini agar segera bisa kita lakukan upaya-upaya hukum,” ucapnya.

Dalam sidang sembilan saksi yang dihadirkan adalah Siti Maidasari selaku tim pemeriksa barang, Irhana Yusuf selaku sekretaris lelang, Jonisdar Ali selaku ketua lelang, Grace Kelly, Meydiandra Eka Putra, Heli Novianto, Ahmad Bastian (juru ketik), Dian Catur , dan M Irsan (PNS Disdik Provinsi Lampung).(*)

Baca: Eks Kadis Pendidikan Lampung Tauhidi Jalani Sidang Lanjutan Agenda Dengar Keterangan Saksi

Laporan Alhuda Tri Putra, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Peluru Kenai Mahasiswa UBL, Pemilik Senpi Anggota Polres Lampung Selatan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Insiden senjata api (senpi) meletus di Kampus Universitas Bandar Lampung (UBL) melibatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *