Reklamasi Pantai Bandar Lampung Buat Sutiman Tak Bisa Cari Ikan


SUTIMAN (52), warga Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, sedang mengangon kambing pada Selasa, 24/5/2016. Ayah empat anak itu mengeluhkan reklamasi pantai karena membuat warga tak bisa mencari ikan. | Imelda Astari/duajurai.com

SUTIMAN (52), warga Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, sedang mengangon kambing pada Selasa, 24/5/2016. Ayah empat anak itu mengeluhkan reklamasi pantai karena membuat warga tak bisa mencari ikan. | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Kebijakan pemerintah mereklamasi kawasan pantai di Jalan Yos Sudarso, Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, memberikan dampak terhadap warga setempat. Sebab, reklamasi itu membuat warga tak bisa lagi mencari ikan.

Sutiman (52), warga setempat, mengatakan, reklamasi memisahkan permukiman warga dengan pantai. Pemisahan tersebut dengan membangun pagar beton pada tahun lalu. Akibatnya, warga kini tidak leluasa menikmati pemandangan pantai dan mencari rezeki dari laut.

“Kami tak bisa lagi lihat maupun main ke pantai . Tak bisa cari ikan, kerang, dan lain-lain. Bisa saja kami rusak pagar beton itu, tapi kan sama saja melawan hukum. Kami ini rakyat kecil, bingung mau mengadu kemana. Para pengusaha itu mentang-mentang banyak duit, tapi tak memikirkan masyarakat kecil,” kata Sutiman saat mengangon kambingnya, Selasa, 24/5/2016.

Selain tak bisa cari ikan, kata dia, aktivitas bongkar muat di kawasan reklamasi pantai juga membuat udara terasa panas. Tak hanya siang, malam hari pun berasa gerah. “Kami tak bisa tidur nyenyak tiap malam. Walaupun sudah pakai kipas juga tetap gerah. Kalau tak percaya, coba saja tidur di kawasan ini,” ujar Sutiman.

Sebelumnya, Wahana lingkungan hidup Indonesia (Walhi) Lampung mendesak pemerintah setempat menghentikan reklamasi di kawasan pesisir. Sebab, belum ada peraturan daerah (perda) yang mengatur reklamasi tersebut. Dengan demikian, juga belum ada regulasi mengenai kerugian lingkungan hidup di kawasan reklamasi.

“Di Teluk Lampung itu setidaknya ada empat zona yang harus dibuat, yakni zona industri, zona pemukiman, zona pariwisata, dan zona konservasi. Kalau sejauh ini kan belum jelas,” kata Direktur Walhi Lampung Hendrawan, beberapa waktu lalu.(*)

Baca juga Banyak Debu karena Reklamasi, Warga Sukaraja Bandar Lampung Kini Sering Bersihkan Rumah

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top