OPINI RAMADHAN NURPAMBUDI: Cuaca Ekstrem Jelang Musim Kemarau di Lampung (2-habis)


Ilustrasi cuaca ekstrem | ist
Ilustrasi cuaca ekstrem | ist

AKHIR-AKHIR ini fenomena cuaca di wilayah Lampung didominasi dari proses adveksi. Sehingga, hujan lebat pada malam hari bisa berlangsung dalam waktu yang lama, yaitu lebih dari tiga jam. Dampaknya, dapat dirasakan di seluruh wilayah Lampung.

Proses pertembuhan awan konvektif, seperti awan cumulonimbus, dapat tumbuh dengan cepat di lautan karena kandungan uap air di sana sangat melimpah. Lalu, pada malam hari pumpunan awan yang membawa banyak uap air ini akan mencapai wilayah Lampung, dimulai dari Pesisir Barat dan Lampung Barat. Perlahan sistem awan ini akan mencapai wilayah Tanggamus, Lampung Utara, Way Kanan, dan Lampung Tengah. Kemudian, meluas ke daerah lainnya hingga ke Lampung Timur.

Dampak dari awan cumulunimbus yang perlu diwaspadai, yakni timbulnya puting beliung. Angin ini dapat merusak atap rumah, pepohonan, hingga baliho di jalanan. Untuk itu, masyarakat diharapkan mempunyai hubungan baik dengan instansi-instansi terkait. Tujuannya, jika terjadi kerusakan akibat cuaca buruk dapat dikondisikan dengan cepat.

Namun demikian, masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, secara perlahan, kondisi suhu muka laut (Equator dan BBS) akan menurun karena posisi matahari yang semakin menuju ke utara. Daerah tekanan rendah dan sirkulasi eddy yang menjadi penyebab utama terjadinya hujan pada masa transisi ini juga perlahan akan menghilang. Massa udara akan dominan bergerak ke utara menuju daratan Asia. Jika kondisi sudah seperti itu, maka musim kemarau sudah akan aktif dan masa transisi sudah lewat.

Kami dari BMKG Lampung akan senantiasa memberikan informasi seputar prakiraan cuaca hari berjalan, esok hari, dan juga peringatan dini cuaca ekstrem. Prakiraan cuaca yang kami buat akan kami sampaikan melalui website ww.stametlampung.com, facebook (Infocuaca Bmkg Lampung), dan juga media sosial whatsapp. Kami sangat mengharapkan patisipasi aktif masyarakat Lampung dalam mendiseminasikan prakiraan cuaca. Hal ini agar dapat terhindar dari dampak buruk cuaca yang terjadi. Selalu waspada karena kondisi cuaca dapat berubah kapan saja.(*)

Baca juga OPINI RAMADHAN NURPAMBUDI: Cuaca Ekstrem Jelang Musim Kemarau di Lampung (1)

Ramadhan Nurpambudi | Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Branti Lampung


Komentar

Komentar

Check Also

OPINI ANDI DESFIANDI: Skandal Garuda, Momentum Bersih-Bersih BUMN

DR ANDI DESFIANDI SE MA | Ketua Bidang Ekonomi DPP Bravo Lima SKANDAL Direksi Garuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *