BMKG: Rukyat Hilal Penentu Awal Ramadan Setelah 5 Juni


Ilustrasi rukyat hilal | ist
Ilustrasi rukyat hilal | ist

Duajurai.com, Bandar Lampung – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, penentuan awal Ramadan kemungkinan setelah tanggal 5 Juni 2016. Sebab, konjungsi (ijtima) terjadi sebelum matahari terbenam pada 5 Juni mendatang.

“Maka, secara astronomis pelaksanaan rukyat hilal penentu awal bulan Ramadan 1437 H di wilayah Indonesia dilakukan setelah matahari terbenam pada 5 Juni 2016. Mengingat hilal setelah matahari terbenam tanggal 5 Juni diperkirakan masih sulit untuk diamati, sebaiknya dilakukan kembali rukyat hilal pada 6 Juni 2016,” demikian pernyataan yang dikutip dari situs BMKG, Kamis, 19/5/2016.

BMKG mengatakan, waktu terbenam matahari ketika bagian atas piringan matahari tepat di horizonteramati. Keadaan ini bergantung pada berbagai hal, di antaranya adalah semi diameter Matahari, efek refraksi atmosfer Bumi dan elevasi lokasi pengamat di atas permukaan laut (dpl).

Dalam perhitungan standar penentuan waktu terbenam Matahari, semi diameter matahari dianggap 16’, efek refraksi atmosfer dianggap 34’, dan elevasi pengamat dianggap 0 meter dpl. Berdasarkan hal ini, matahari terbenam di wilayah Indonesia pada 5 Juni paling awal pada pukul 17.26 WIT di Merauke, Papua, dan paling akhir pada pukul 18.51 WIB di Sabang, Aceh.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Kecelakaan Maut Tol Sumatra, Kristyowati Mau Pindah Sekolah ke Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak empat orang tewas dalam kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Kilometer …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *