PROFIL M JUNAIDI: Anggota DPRD Lampung yang Suka Lesehan dengan Wartawan dan Satpol PP


M JUNAIDI saat lesehan dengan wartawan | Imelda Astari/duajurai.com
M JUNAIDI saat lesehan dengan wartawan | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Mumhammad Junaidi adalah sosok anggota dewan yang dikenal sangat akrab dengan berbagai kalangan. Dia tak tebang pilih dalam berteman. Ayah dua anak itu memiliki semboyan yang selalu dipegang teguh yakni “everybody is partner” atau “semua orang adalah teman”.

“Semua adalah teman. Jadi berteman itu ya di semua kalangan, tak hanya di kelas atas, tapi juga di kelas bawah. Menurut saya, malah seharusnya tidak ada level-level. Semua sama kok di mata Tuhan,” kata lelaki yang kerap disapa Bung Adi itu kepada duajurai.com di ruang kerjanya, Selasa sore, 17/6/2016.

Bung Adi memang sudah terbiasa kongko bersama kalangan wartawan baik di kantin maupun duduk lesehan di selasar DPRD Lampung. “Saya menganggap se-level dengan wartawan. Kami dulunya juga sama seperti kalian, bukan siapa-siapa, jadi ya sekarang tidak boleh sombong,” kata alumnus Fakultas Hukum Universitas Lampung itu.

Selain wartawan, sudah tak aneh lagi jika melihat pria kelahiran Tanjung Karang, 5 Juni 1978 tiba-tiba duduk bersama para anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas di lingkungan kantor DPRD Lampung.

Selain berteman di kalangan bawah, dia juga akrab dengan sejumlah artis ibukota khususnya yang berasal dari Lampung, seperti Andika Kangen Band, Kiky vokalis band The Potter, dan banyak lagi. Mereka sudah dikenalnya sejak lama sebelum menjadi artis.

“Rahasianya agar kawan tak hilang adalah tetap jaga komunikasi walau sekedar tanya kabar kalau terpisah jarak, kalau yang masih dekat ya sempatkan ngopi bareng walau sebentar,” beber ketua Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Lampung periode 2003-2004 itu.

Bung Adi, memang terkenal sebagai anggota dewan yang santai dan tak kaku. Dia lebih suka berinteraksi sambil bercanda atau membanyol. Dia juga tak jaim untuk duduk dimanapun. Meski begitu, dia tetap bisa membedakan dimana harus serius dan tak serius.

“Memang gaya saya begini, tak perlu merubah gaya karena memakai jas dan jadi anggota dewan. Ya dari dulu seperti ini lah. Saya juga membuka peluang bagi siapapun yang mau datang ke ruang kerja saya, tanpa prosedur birokrasi dan lain-lain karena ini kan ruang publik, milik masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung ini.

Menurutnya, dalam berpolitik tak perlu terlalu serius. Dia mengaku pernah juga mengalami fase gaya tegang, tapi justru menjauhkan kawan. “Apalagi di dunia politik ini semua tidak pasti,” ujar wakil sekretaris I DPD Demokrat Lampung itu. (*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *