Lurah Sawah Lama Bandar Lampung: Tambah Data Baru di KK Harus Ada Surat Keterangan RT


SEORANG warga sedang mengambil nomor antrean di ruang tunggu Kantor Pelayanan Satu Atap Pemkot Bandar Lampung, Senin, 18/4/2016. Ruang tersebut tidak dilengkapi kotak sampah, sehingga warga membuang kertas nomor antrean secara sembarangan. | M Idris Muadinnullah/duajurai.com
SEORANG warga sedang mengambil nomor antrean di ruang tunggu Kantor Pelayanan Satu Atap Pemkot Bandar Lampung, Senin, 18/4/2016. Ruang tersebut tidak dilengkapi kotak sampah, sehingga warga membuang kertas nomor antrean secara sembarangan. | M Idris Muadinnullah/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberi instruksi kepada semua pihak untuk meningkatkan kepemilikan E-KTP dan Akta Kelahiran. Lalu bagaimana proses pelayanan pembuatan akta kelahiran di lapangan?

Selasa, 17/5/2016, duajurai.com mencoba menelusuri proses pelayanan di sejumlah kelurahan dan Gedung Satu Atap kompleks Pemkot Bandar Lampung.

Di Kelurahan Sawah Lama. Terpantau, sejumlah warga sedang mengurus akta kelahiran di sana. Menurut Lurah Sawah Lama Hendra Hilal, warga yang ingin mengurus akta kelahiran anak, yang belum masuk di Kartu Keluarga (KK), harus mengajukan perubahan data di KK, sebab jumlah anggota keluarga akan bertambah. Pengajuan ini memerlukan surat pengantar dari RT.

“Kalau surat pengantar dari RT harus, tujuannya sebagai laporan bagi kelurahan bahwa ada tambahan anggota keluarga di KK tersebut,” ujar Hendra Hilal kepada duajurai.com, Selasa, 17/6/2016.

Menurut Hendra, jika nama anak sudah masuk di KK, otomatis anak sudah punya NIK (Nomor Induk Kependudukan). Baru nanti bisa dibuatkan akta kelahirannya, sebab di akta akan tercantum NIK anak tersebut.

“Pengajuan akta lahir harus disertai berkas-berkas lain, seperti salinan KTP suami istri, buku nikah, salinan KK, surat keterangan kelahiran dari rumah sakit, juga surat keterangan kelahiran yang diberi tanda tangan dan cap kelurahan. Cukup berkas-berkas itu tadi. Tidak ada lagi pengantar dari kelurahan, bisa langsung ke Disdukcapil,” ujarnya lagi.

Hal tersebut sebagai mana pantauan duajurai.com di Lantai 1 Gedung Satu Atap kompleks Pemkot Bandar Lampung yang melayani pembuatan data-data kependudukan.

Junaidi (36) warga Kelurahan Gedong Air mengatakan, surat keterangan dari RT ia buat sewaktu hendak memasukkan anggota keluarga baru ke dalam KK.

“Iya, kalau mau masukkan data baru memang begitu, buat surat keterangan dari RT dulu. Kalau sudah ke kelurahan, bisa langsung diurus sendiri ke Disdukcapil tanpa surat pengantar lagi dari kelurahan. Ketua RT saya yang menganjurkan supaya saya yang urus sendiri (ke kelurahan dan Disdukcapil),” ujar Junaidi.

Junaidi menambahkan, memang terkesan ribet sewaktu mengisi blangko data KK dan surat keterangan lahir, meski begitu ia mengatakan tak mengapa, sebab memang alurnya begitu. “Nggak papa, mungkin ribet waktu ngisi blangko data. Tapi baiknya kita jadi tahu karena kita yang urus sendiri,” tambahnya lagi.(*)

Baca juga: Percepat E-KTP-Akta Kelahiran, Mendagri Minta Pemda Layanan Keliling, Datangi TK dan Rumah Bersalin

Laporan M Idris Muadinnullah, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Begini Rekayasa Lalu Lintas Peresmian Flyover Untung Suropati-RA Basyid

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Jalan layang (flyover) Untung Suropati-RA Basyid akan diresmikan pada malam pergantian tahun, Selasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *