PROFIL ACHMAD CHRISNA PUTRA: Penghobi Mobil Antik Nan Artistik, dari VW hingga Morris


PENJABAT Wali Kota Metro Achmad Chrisna Putra | Imelda Astari/duajurai.com
MANTAN Pj Wali Kota Metro Achmad Chrisna Putra | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Achmad Chrisna Putra, adalah sosok pejabat pemerintahan di Lampung yang dikenal memiliki sifat rendah hati, mudah bergaul dan berjiwa demokratis. Sikapnya tersebut selaras dengan pergaulannya di luar rutinitasnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yakni di komunitas bridge dan otomotif.

Baca: PROFIL ACHMAD CHRISNA PUTRA: Sosok Gaul yang Ingin Populerkan Olahraga Bridge di Lampung

Selain aktif sebagai Ketua Gabungan Bridge seluruh Indonesia (Gabsi) Lampung. Achmad Chrisna Putra merupakan salah satu pengemar mobil antik. Staf Ahli Gubernur Lampung itu mengoleksi mobil antik Volkswagen, Viat dan Morris di rumahnya.

Menurut Chrisna, mobil antik memiliki nilai seni tinggi dan ada kepuasan tersendiri bagi penghobinya.

“Mobil antik nilai artistiknya tinggi, selain itu, mempunyai daya tarik tersendiri, buktinya, kalau di jalan selalu jadi pusat perhatian. Karena sudah jarang ada yang punya ditengah gempuran mobil-mobil keluaran baru yang beredar,” kata Chrisna Putra ditemui duajurai.com di ruang kerjanya, lingkungan kantor Pemprov Lampung Senin siang, 16/5/2016.

Saat ini Chrisna Putra memiliki koleksi dua unit Volkswagen. Mobil pabrikan Wolfsburg, Jerman yang dimilikinya adalah jenis Beetle keluaran tahun 1968 dan tahun 1973. Selain itu, alumnus Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Lampung Lulusan Tahun 2009 itu juga punya mobil antik jenis Morris keluaran tahun 1961 dan jenis Viat keluaran tahun 1961. Dia membeli semua mobil koleksinya dengan harga yang relatif tidak mahal.

“Untuk yang mobil Morris, saya membelinya pada tahun 2007 dengan harga Rp25 juta karena masih orisinal saat itu. Kemudian mobil Viat saya beli pada tahun 2007 dengan harga Rp9 juta, sedangkan Volkswagen Beetle saya beli dengan harga Rp3 juta pada tahun 2004 lalu,” kata ayah dari Anggun Chairunnisa Chrisna Putri, Achmad Ryan Hidayat Chrisna Putra, dan Irza Asyifa Chrisna Putri itu.

Dia mengatakan, dengan membeli mobil yang sudah tampak tak layak pakai dengan harga murah, kemudian mobil diperbaharui dan dipoles sehingga tampak seperti baru dan penampilannya lebih menarik. Meskipun, seringkali kesulitan membeli onderdilnya karena mobil tua.

“Tapi di komunitas Volkswagen ada montir khusus, sehingga tidak kesulitan jika ada kendala di mesin. Perawatan juga tak perlu biaya besar, paling hanya dipanaskan seminggu sekali, dan dipakainya juga kan kalau hari libur saja,” kata mantan Kadiskominfo Lampung itu.

Sejak tahun 2005, Chrisna memang bergabung menjadi anggota pencinta Volkswagen Lampung. Jumlah anggotanya khusus di Bandar Lampung saja sekitar 80 orang yang terdiri dari para pencinta mobil antik dari berbagai kalangan.

“Komunitas ini, antar anggotanya menerapkan kekeluargaan. Kegiatannya juga beragam, ada arisan per bulan, bakti sosial ke masyarakat, penghijauan dan beberapa aksi sosial lainnya,” ujar mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Timur itu.

Sebelum Chrisna Putra mengenal dekat dan menjiwai mobil antik, dirinya sering sebal ketika mobilnya mogok di jalan atau berbagai gangguan mesin lainnya.

“Dulu sering macet di jalan, terlebih mobil Volkswagen itu kan berat, harus didorong minimal empat orang. Jadi ribet sekali kalau mogok di jalan. Tapi kalau sekarang sih sudah menyatu sama badan kita, sudah tahu selahnya agar tidak mogok,” ungkap peraih penghargaan Pemuka Pemuda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi LampungTahun 1980 itu. (*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Survei Simulasi Akreditasi, Dinkes Dorong RSUDAM Lampung Raih SNARS

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mendorong Rumah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *