Pemkab Lampung Barat Gelar Tes Urine di Lingkungan Pemerintah


Ilustrasi | ist
Ilustrasi | ist

Duajurai.com, Bandar Lampung – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar tes urine untuk pejabat dan PNS di Gedung Serbaguna (GSG) Pemkab setempat, Senin, 16/5/2016. Tes ini diikuti sekitar 1064 PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten  Lampung Barat. Para PNS melakukan tes urine ini setelah apel pagi di Lapangan Pemkab Setempat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Lampung Barat Nirlan.

Nirlan mengatakan tujuan dilaksanakannya tes urine adalah untuk memastikan para PNS terbebas dari narkoba. “Tujuannya kami ingin memeriksa PNS di Lambar untuk memastikan bahwa dalam tubuh PNS tidak ada kandungan atau zat-zat berbahaya,” kata dia seperti dikutip dari situs Pemkab Lampung Barat, Senin, 16/5/2106.

Selanjutnya, tes urine nantinya akan dilakukan untuk para PNS di lingkungan Pemkab Lambar secara rutin. “Insya Allah, akan kami rutinkan, ini bukan pertama dilakukan tes, dulu pernah dilakukan tetapi tidak semua,” katanya.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Lambar Raswan menyampaikan tes urine ini dilakukan dua tahap untuk hari ini Senin, 16/5/2016, sebanyak 640 orang PNS dan untuk hari Selasa, 17/5/2016, sebanyak 424 orang PNS. “Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri dan Wakil Bupati Lampung Barat menjadi peserta pertama yang mengikuti tes urine yang selanjutnya diikuti oleh pejabat dan PNS yang lainnya”, ujarnya.

Sementara itu Ketua BNN Provinsi  Lampung  Edi Marjoni, menuturkan tes urine tersebut dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat termasuk PNS bersih dari narkoba. “Program bersih narkoba ini bukan hanya untuk masyarakat tapi juga pemerintah termasuk pejabat tinggi,” tuturnya.

Dalam arahannya, Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri mengatakan semua PNS di Lingkungan Pemkab setempat akan dilakukan tes urine guna memberantas penyalahgunaan narkoba. Kebijakan pemerintah pusat untuk menindak tegas terhadap peredaran dan perdagangan gelap narkoba harus kita dukung karena sudah sampai pada level membahayakan.

“Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda diharapkan mampu untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba. dengan begitu, terdapat upaya-upaya pencegahan dan memberikan pemahaman terlebih dahulu, sebelum dilakukan upaya represif,” jelasnya. (*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *