Tiap Bulan, 9 Anak di Lampung Alami Kekerasan Seksual


Ilustrasi | ist
Ilustrasi | ist

Duajurai.com, Bandar Lampung – Lembaga Advokasi Anak (LAdA) dan Lembaga Advokasi Perempuan Damar mencatat, sebanyak 21 kasus kejahatan seksual terhadap anak di Lampung dalam kurun waktu lima bulan pada 2016. Dari 21 kasus tersebut, sebanyak 49 anak menjadi korban, dua di antaranya meninggal dunia.

Berdasarkan data tersebut, artinya sebanyak 49 anak mengalami kekerasan seksual hanya dalam lima bulan. Bila angka ini dibagi, maka sembilan sampai 10 anak di Lampung menjadi korban kekerasan seksual tiap bulan.

Direktur LAdA Lampung Turaihan Aldi mengatakan, kejahatan seksual terhadap anak di Bumi Ruwa Jurai terbilang mengkhawatirkan. Sebab, selain dalam lingkungan keluarga, di sekolah pun anak-anak bisa menjadi korban kekerasan. Contohnya, kekerasan seksual terhadap siswi TK di Kota Metro. Kasus tersebut diduga melibatkan penjaga sekolah.

“Rasanya sudah tidak ada lagi tempat yang aman bagi anak untuk tumbuh kembang. Sebab, di tempat tinggalnya sendiri, anak bisa menjadi korban orangtuanya,” kata Aldi dalam surat elektronik yang diterima duajurai.com, kemarin.

Untuk itu, LAdA-Damar meminta pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat dapat menjadi jejaring yang efektif untuk mencegah kejahatan seksual terhadap anak sejak dini. Kemudian, memberikan pemahaman terhadap kelompok masyarakat sipil tentang UU Perlindungan Anak dan Hak-Hak Anak.

Selain itu, mereka juga mengusulkan materi tentang Hak Anak dan Pendidikan Seks Sejak Dini masuk dalam kurikulum pendidikan nasional. Lalu, pemahaman persepektif hak anak sebaiknya dijadikan syarat mutlak bagi penyidik kasus kejahatan seksual terhadap anak dijajaran kepolisian.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *