PROFIL REKTOR IAIN RADEN INTAN MOH MUKRI: Dari Hobi Baca hingga Jadi Cendekiawan Muslim Lampung


Rektor IAIN Raden Intan Moh Mukri | Imelda Astari/duajurai.com
Rektor IAIN Raden Intan Moh Mukri | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Prof Dr H Moh Mukri, M Ag adalah sosok cendekiawan muslim Lampung. Bagi segenap insan dunia pendidikan Lampung, namanya barangkali sudah tak asing lagi. Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung itu telah banyak menorehkan prestasi dan karya. Selain itu tak terhitung berapa penghargaan yang telah diterimanya.

Menurut pria kelahiran Pringsewu, 16 April 1959 tersebut, hal utama yang membuatnya bisa mencapai itu semua adalah hobinya yakni rajin membaca buku.

“Hobi saya memang membaca buku. Saya orang kampung, saya terobsesi membaca, itu bagian dari hidup kita. Kalau kita ingin maju tak ada pilihan kecuali rajin membaca. Kalau saya sedang stres, ketika baca buku jadi hilang stresnya,” kata alumni Jurusan Peradilan Agama Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga (sekarang UIN) itu, saat ditemui duajurai.com di ruang kerjanya, Jalan Endro Suratmin, Sukarame, Bandar Lampung Kamis, 12/5/2016.

Guru Besar Mata Kuliah Ushul Fiqh IAIN Raden Intan itu mengatakan, budaya membaca adalah kunci untuk menjadi orang yang pandai dan memiliki wawasan serta pengetahuan luas. Oleh karenanya, ia juga menerapkan budaya baca itu kepada ketiga anaknya.

Ketiga anaknya dapat dikatakan sukses. Mereka adalah dr Risa Nourma Aziza (Alumnus FK Unila), Ainul Fitri SE (Alumnus UII, dan pascasarjana UGM) serta Fuad Muthahari (Institut Teknologi Bandung).

Alhamdulillah tiga anak saya lulus cumlaude semua, itu karena dididik untuk rajin baca. Karena di Alquran pun yang pertama disebut ‘Iqra’ yang artinya baca,” katanya.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar di desa Sendangretno Kalirejo Lampung Tengah tahun 1971 dan pendidikan lanjutan di pesantren Langitan Tuban Jawa Timur, Mukri telah membiasakan diri membaca buku, baik itu buku formal maupun kitab-kitab islam klasik.

“Hobi membaca itu terus saya lakukan hingga menempuh pendidikan tinggi sampai program doktoral di UIN Kalijaga Yogyakarta, dan akan terus saya budayakan sepanjang hidup,” kata Ketua Dewan Pertimbangan MUI Lampung itu.

Buah dari hobi membacanya itu, Mukri sendiri telah menerbitkan setidaknya sekitar 10-an buku yang terkonsentrasi di bidang metodologi hukum Islam. Judul-judul bukunya di antaranya “Rekonstruksi Hukum Islam Indonesia, Kontekstualisasi Konsep Maslahah Iman Al-Gazali”, “Benarkah Imam Syafii Menolak Maslahah?” serta “Aplikasi Konsep Maslahat Al Ghazali dalam Problematika Hukum Islam Kontemporer.

Selain buku-buku pemikiran, ia juga menerbitkan buku hasil penelitian dan artikel yang tersebar di media massa.

Sebagai pembaca sudah barang tentu suami dari Anisah Hafidh SE itu memiliki ribuan koleksi buku bacaan. “Kalau koleksi buku sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Karena tiada hari tanpa membaca,” ujar ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia itu. (*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

PGN Kembali Raih Penghargaan LHKPN Terbaik dari KPK

JAKARTA, duajurai.co – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) kembali mendapatkan penghargaan dari Komisi Pemberantasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *