Fenomena Warung Misbar di Bandar Lampung, dari ‘The Trotoar’ Jadi ‘Bukan Trotoar’


SUASANA di salah satu warung misbar di Jl Ahmad Yani, Bandar Lampung | M Idris Muadinnullah/duajurai.com
SUASANA di salah satu warung misbar di Jl Ahmad Yani, Bandar Lampung | M Idris Muadinnullah/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Warung tenda kaki lima atau warung misbar (gerimis bubar) di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sudirman Bandar Lampung mulai menjamur dalam beberapa tahun belakangan. Mulai dari warung yang menjajakan minuman seperti susu, kopi dan lain-lain, hingga warung makanan sederhana.

Pantauan duajurai.com, Kamis malam, 12/5/2016, tak kurang dari empat warung misbar di Jalan Sudirman dekat Pos Polisi. Sedang di Jalan Ahmad Yani sendiri ada sekitar lima warung serupa.

Rata-rata warung misbar tersebut buka malam hari dari jam 7 malam hingga dini hari. Selain gerobak tempat perlengkapan warung, mereka juga melengkapi dengan sejumlah meja kursi dari plastik maupun rotan. Meja kursi tersebut, sebagian diletakkan dibawah tenda bongkar pasang, sebagian lagi berada di ruang terbuka.

Pengunjung yang mampir berasal dari segala usia. Dari anak-anak hingga orang dewasa. Dari yang membawa motor, hingga pengguna mobil.

Penganan dan minuman yang dijual pun beraneka ragam, ada yang khusus menyajikan minuman berbahan dasar susu maupun cokelat, ada pula yang menyediakan minuman sachet. Makanan pun begitu, dari penjual mi rebus, hingga roti bakar isi aneka macam buah.

Menurut Pebri Adi Pamungkas (28) salah satu pemilik warung minuman di Jalan Sudirman, warung The Trotoar yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani adalah yang paling lama di antara sederetan warung lainnya.

“The Trotoar itu (warung) yang paling lama ada di sekitar sini, sebelum ada kami-kami ini. Tapi sekarang pengelolanya sepertinya sudah ganti,” ujar pria itu.

Ketika duajurai.com mengunjungi warung tersebut. Salah satu karyawannya, Robbi Setiawan (20) mengiyakan. “Bisa dibilang saya orang kelima yang usaha di sini. Ini memang menggantikan punya teman. Saya dengar mereka sudah buka di sini dari sekitar tahun 2006,” ujar warga Kelurahan Langkapura Baru tersebut.

Lokasi yang bagus ternyata menjadi pertimbangan ia memilih lokasi tersebut. Robbi bersama kedua temannya, rupanya kini mengganti nama warungnya menjadi ‘Warung Bukan Trotoar’. (*)

Laporan M Idris Muadinnullah, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Harga Telur di Bandar Lampung Tembus Rp24 Ribu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga telur ayam merangkak naik menjelang tahun baru. Kini, harganya di pasaran tembus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *