17 Tahun atau Sudah Nikah, Paling Lambat 30 September Wajib Rekam E-KTP


Warga membuat E-KTP | ist
Warga membuat E-KTP | ist

duajurai.com, Jakarta – Anda yang  sudah berusia 17 tahun pada 1 Mei 2016 atau sudah menikah tapi belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP), segeralah mendatangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat. Pemerintah menetapkan tanggal 30 September 2016 sebagai batas waktu (deadline) perekaman KTP elektronik (E-KTP) di seluruh Indonesia.

Hal ini diinstruksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dalam surat edarannya surat bernomor 471/1768/SJ tanggal 12 Mei 2016. Surat itu ditujukan kepada bupati/wali kota di seluruh Indonesia. Dalam suratnya, Mendagri memerintahkan para kepala daerah agar segera melakukan percepatan layanan perekaman e-KTP dan penerbitan akta kelahiran.

“Bagi penduduk yang pada tanggal 1 Mei 2016 sudah berusia lebih dari 17 tahun atau sudah menikah dan tidak sedang menetap di luar negeri, wajib melakukan perekaman (E-KTP) paling lambat tanggal 30 September 2016,” tegas Mendagri dalam poin 4 surat edarannya sebagaimana dilansir situs setkab.go.id, Jumat, 13/5/2016.

“Adapun penarikan e-KTP yang pindah, dilakukan di daerah tujuan setelah diterbitkan e-KTP yang baru,” sebut Mendagri pada poin berikutnya.

Baca Mendagri: Percepat E-KTP Lakukan Layanan Keliling, Akta Kelahiran Datangi TK dan Rumah Bersalin

Pemerintah mempermudah pelayanan pembuatan E-KTP sebagai upaya menyempurnakan data kependudukan dan kepemilikan kartu identitas tersebut. Menurut Tjahjo Kumolo mempermudah pelayanan menjadi fokus Kemendagri pada tahun ini.

“Tadi rapat intinya pelaksanaan 2016 dan perencanaan 2017, fokusnya KTP elektronik dan akta kelahiran. Aksesnya dipermudah. Sekarang pembuatannya juga dipermudah,” katanya, Jumat,  dilansir situs www.kemendagri.go.id.

“Fokus peningkatan pelayanan dan mempermudah pelayanan serta jemput bola di daerah pegunungan, terpencil dan perbatasan. Termasuk memaksimalkan di perkotaan,” ujarnya.

Tjahjo menargetkan, tahun ini semua warga wajib KTP sudah melakukan perekaman. Saat ini, dari 257 juta jiwa penduduk Indonesia, wajib E-KTP per Desember 2015 adalah 182 juta jiwa. Hingga 27 April 2016, penduduk yang sudah melakukan perekaman 158 juta jiwa dan yang belum 23 jiwa.

Baca Mendagri Larang Kepala Daerah Syaratkan Lunas PBB dan SKCK untuk Buat KTP

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arief Fakhrulloh menambahkan, Kemendagri akan memangkas tiga prosedur dalam proses pembuatan E-KTP dan akta kelahiran.

“Cukup satu prosedur saja. Tak perlu bawa surat pengantar RT/RW dan kelurahan/kecamatan. Cukup bawa kartu keluarga (KK) ke tempat pelayanan,” ujar Zudan.

Baca Tak Perlu ke RT/RW, Kini Urus KTP dan Akta Kelahiran Cukup Bawa Fotokopi KK

Selain itu, pelayanan bisa dilakukan di mana saja, termasuk di luar domisili warga yang bersangkutan. Namun, hal itu hanya bisa dilakukan di kantor Dinas Dukcapil kabupaten/kota.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

35 Honorer Tak Diupah 7 Bulan, Plt Kepala DKP Lampung: Tak Ada Anggaran

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung Makmur Hidayat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *