Sekretaris PTPN 7 Lampung Sukarnoto: Buruh yang Aksi Jalan Kaki ke Jakarta Bukan Pegawai PTPN


Sebanyak 66 buruh PTPN 7 menggelar aksi berjalan kaki. Mereka berangkat dari Gedong Tataan Pesawaran menuju Jakarta untuk bertemu Presiden Joko Widodo | Imelda Astari/duajurai.com
Sebanyak 66 buruh PTPN 7 menggelar aksi berjalan kaki. Mereka berangkat dari Gedong Tataan Pesawaran menuju Jakarta untuk bertemu Presiden Joko Widodo | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Menanggapi aksi jalan kaki yang dilakukan 66 buruh PTPN7 Unit Usaha Way Berulu Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran Lampung, Senin, 9/5/2016, pihak PTPN 7 Lampung menyatakan secara tegas bahwa para buruh statusnya bukan karyawan PTPN 7.

Sukarnoto, Sekretaris PTPN 7 Lampung menyatakan, mereka memang pekerja borongan penderes getah karet, namun melalui pihak ketiga. Buruh borongan itu dikolelola oleh pihak ketiga yang pada tahun 2011 silam sempat juga menuntut untuk diangkat jadi pegawai.

“Hanya saja, mereka ada yang lulus dan ada yang tidak saat tes menjadi pegawai. Karena perusahaan punya persyaratan dan standardisasi yang harus dipenuhi. Mereka (yang melakukan aksi) merupakan bagian dari yang tidak beruntung itu,” kata Sukarnoto saat dihubungi duajurai.com melalui sambungan telepon Senin sore, 9/5/2016.

Pada tahun 2011 itu, lanjutnya, sebanyak1.250 buruh yang lulus tes diangkat menjadi pegawai. Lalu pada 2013 khusus di Way Berulu, kembali diadakan tes dan ada yang tidak lulus lagi. “Karena dilihat juga secara absensi, keaktifan, dan target, apakah mencapai atau tidak per harinya, kesehatan dan ketentuan-ketentuan lainnya,” katanya.

Menanggapi keluhan buruh yang mengaku telah mengabdi hingga 28 tahun namun tidak mendapat perlakuan setimpal dari perusahaan, menurut Sukarnoto, pihaknya juga mempunyai ketentuan usia untuk mengangkat pegawai. Kebun produktif memang sengaja diserahkan kepada pekerja yang masih muda dan teliti.

Menurutnya, teknik penderesan harus teliti karena jika tidak, dapat merugikan perusahaan. Tanaman karet membutuhkan pekerja yang produktif dan teliti.

“Syarat untuk diangkat itu tidak boleh lebih dari usia 30 tahun dengan pertimbangan produktivitas. Ada aturan perusahaan dan ini sudah dikonfimasi dengan manajemen,” ujarnya.

Dia menambahkan, terkait permasalahan ini, sebetulnya juga sedang dalam pengurusan Disnakertrans Provinsi Lampung. Sesuai saran dari Bupati Pesawaran untuk penyelesaian terbaik adalah melalui jalur pengadilan hubungan industrial.  “Padahal kalau melalui pengadilan kan enak jelas tak perlu berlarut,” katanya.

Terkain aksi jalan kaki yang dilakukan para buruh, pihaknya sangat menyayangkan. “Kasihan, karena aksi ini kan pakai tenaga dan biaya juga. Karena bagaimanapun perusahaan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Kalau mau menuntut ya melalui pengadilan sesuai yang disarankan oleh Bupati Pesawaran,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan sebanyak 66 buruh menggelar aksi berjalan kaki menuju Jakarta, Senin, 9/5/2016. Para buruh yang merupakan pekerja penyadap getah karet tersebut ingin bertemu langsung dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Ketenagakerjaan, dan Presiden Joko Widodo.(*)

Baca juga: Aksi Jalan Kaki ke Jakarta, Buruh PTPN7 Lampung: Kebijakan Perusahaan Tak Adil dan Tak Manusiawi

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, portal berita terkini terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Gerimis, Pembukaan Lampung Fair Tetap Ramai

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gerimis yang membasahi Kota Bandar Lampung tak menyurutkan niat warga untuk menghadiri pembukaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *