PROFIL PEMILIK YU ONE MILK BANDAR LAMPUNG ANDRIO YUNATA: Pentingnya Edukasi dan Budaya Minum Susu


Andrio Yunata (23), pemilik Yu One Milk Bandar Lampung | Raissa Utami Putri/duajurai.com
Andrio Yunata (23), pemilik Yu One Milk Bandar Lampung | Raissa Utami Putri/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Sebagai kedai street food susu pertama di Bandar Lampung, Yu One Milk  kini sudah memiliki cabang di beberapa tempat. Terdapat 6 cabang kedai Yu One Milk yaitu di PKOR Way Halim, Kedaton, Antasari, Ahmad Yani, Sultan Agung, dan Citra Garden.

Di balik kemajuan bisnis tersebut tentu ada peran pemiliknya. Selama ini masyarakat luas, terutama anak-anak muda yang senang nongkrong di street food pada malam hari, hanya mengetahui tentang Yu One Milk saja, tanpa tahu siapa pemilik usaha tersebut.

Ya, kedai susu yang sangat terkenal di Bandar Lampung ini dimiliki oleh Andrio Yunata yang biasa dipanggil Rio. Wartawan duajurai.com, pada Selasa malam 3/5/16 bertemu dengan pengusaha muda berusia 23 tahun tersebut di kedai Yu One Milk cabang Sultan Agung. Kepada duajurai.com Rio mengatakan bahwa dirinya membuka kedai susu karena kesukaannya akan minum susu.

“Minum susu itu high class dan sehat pastinya,” ujar Rio membuka percakapan.

Awalnya ia merasa prihatin dengan budaya minum susu orang Indonesia yang hanya sedikit. “Saya tuh awalnya juga karena prihatin di Indonesia saja susu yang diminum itu cuma 14,6 liter. Itu di Indonesia, apalagi di Bandar Lampung. Padahal kan minum susu itu termasuk pola hidup sehat,” ujar Rio.

Atas keprihatinan tersebut, Rio bertekad untuk menerapkan budaya minum susu. “Jadi sebelum buka usaha susu saya juga harus mengerti edukasi tentang susu,” ungkap lelaki lulusan Universitas Saburai Jurusan Teknik Sipil tersebut.

Menurutnya, minum susu itu ada aturan mainnya. Di antaranya tidak boleh sembarangan minum susu. Selain itu, susu yang sudah disajikan itu hanya bertahan 4 jam. Karena jika lewat dari masa tersebut susu sudah basi.

“Juga kadar kemanisan harus pas, karena bisa mengakibatkan diabetes kalau terlalu manis. Nah, kalau tau tentang susu, pasti pelanggan juga akan puas,” jelas Rio.

Rio menegaskan, dengan membuka warung susu, ia ingin mengkampanyekan budaya minum susu agar pola hidup masyarakat semakin sehat. “Kan belum ada tuh bertamu ditawarinnya susu, biasanya teh atau kopi. Kan seru kalau bertamu ditawarin susu juga,” kata anak kedua dari 3 bersaudara ini.

Laporan Raissa Utami Putri, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini dan Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Harga Telur di Bandar Lampung Tembus Rp24 Ribu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga telur ayam merangkak naik menjelang tahun baru. Kini, harganya di pasaran tembus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *