April 2016, Bandar Lampung Alami Deflasi 0,76%


Cabai merah turut memberi inflasi di Kota Bandar Lampung pada April 2016. | Imelda Astari/duajurai.com
Cabai merah turut memberi inflasi di Kota Bandar Lampung pada April 2016. | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Kota Bandar Lampung mengalami deflasi sebesar 0,76% pada April 2016. Kondisi ini berbeda pada Maret lalu, dimana Bandar Lampung justru mengalami inflasi.

Berdasar rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, lima kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi, di antaranya bahan makanan sebesar 1,94%; makanan jadi, rokok, dan tembakau sebesar 0,19%. Kemudian, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,10%; transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 1,63%.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan deflasi, antara lain beras, bensin, cabai merah, tarif listrik, dan cabai rawit. Lalu, cumi-cumi, solar, udang basah, nangka muda, dan angkutan sungai, danau, serta penyeberangan.

Sementara itu, terdapat dua kelompok yang memberikan andil inflasi. Keduanya, kelompok sandang 0,36% dan kelompok kesehatan 0,22%. Inflasi kota Bandar Lampung menempati peringkat ke-68 dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya.(*)

Laporan Raissa Utami Putri, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Harga Telur di Bandar Lampung Tembus Rp24 Ribu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga telur ayam merangkak naik menjelang tahun baru. Kini, harganya di pasaran tembus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *