Ini Tuntutan dan Solusi dari PPRL soal Nasib Buruh dan Kondisi Pendidikan di Lampung


RATUSAN orang berunjuk rasa di halaman Kantor Pemprov Lampung, Senin siang, 2/5/2016. Aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hardiknas | Imelda Astari/duajurai.com
RATUSAN orang berunjuk rasa di halaman Kantor Pemprov Lampung, Senin siang, 2/5/2016. Aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hardiknas | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan orang yang tergabung dalam PPRL, terdapat sembilan poin tuntutan dan lima poin jalan keluar yang ditawarkan. Menurut Ketua Eksekutif Wilayah LMND Lampung Reynaldo Sitanggang, massa menolak politik upah murah, meminta pemerintah mencabut PP nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, lalu meminta penghentian kriminalisasi gerakan rakyat.

“Kemudian, hapuskan sistem kerja kontrak dan outsourcing, wujudkan petunjuk pelaksanaan kerja dalam mengganti penghapusan sistem kontrak dan outsourcing, tolak MEA dan TPP (Trans Pacific Partnership), cabut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, cabut UU No 12 tahun 2012 tentang dikti, dan cabut uang kuliah tunggal,” kata Reynaldo kepada duajurai.com ditemui di sela-sela aksi di halaman Kantor Gubernur Lampung, Senin siang, 2/5/2016.

Khusus mengenai uang kuliah tunggal, pengunjuk rasa minta Gubernur Lampung memanggil Rektor Unila dan Rektor IAIN. “Kebijakan UKT kami nilai sangat mencekik mahasiswa,” kata dia.

Reynaldo menambahkan, selain menuntut pengunjuk rasa juga mengusulkan solusi kepada pemerintah yaitu dilaksanakannya reformasi agraria sejati, bangun industrialisasi nasiomal yang kuat dan mandiri, dan nasionalisasi aset-aset vital negara di bawah kontrol rakyat.

“Selain itu, wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis, dan bervisi kerakyatan. Kemudian, bangun kekuatan politik alternatif di bawah kepemimpinan kelas buruh,” imbuhnya.

Ratusan orang terdiri dari mahasiswa dan buruh yang tergabung dalam Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional (1 Mei) dan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei). Sebelum sampai di halaman kantor Gubernur Lampung, mereka berkumpul di pelataran Masjid Al-Furqon.(*)

Baca juga May Day, Ratusan Buruh Long March ke Kantor Gubernur Lampung

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Reses, Al Muzzammil Yusuf Sosialisasikan Bahaya LGBT di Metro Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wakil Ketua Komisi II DPR Al Muzzammil Yusuf mengunjungi Kota Metro, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *