Kisah Ipin Pengamen Cilik Bandar Lampung, Kumpulkan Uang buat Ongkos Kunjungi Saudara di Jawa


Ipin (11), melakoni pekerjaan mengamen di Tugu Adipura dan Bundaran Lungsir setiap malam. | Imelda Astari/duajurai.com
Ipin (11), melakoni pekerjaan mengamen di Tugu Adipura dan Bundaran Lungsir setiap malam. | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Muhammad Arifin, biasa dipanggil Ipin, bocah pengamen berusia 11 tahun, mengaku bisa mendapat uang hingga Rp300ribu hasil mengamennya pada Sabtu malam (malam Minggu). Namun, di hari biasa, Ipin hanya mendapat uang kisaran Rp20-50 ribu saja.

“Kalau malam Minggu ya alhamdulillah ramai. Jadi bisa bawa uang banyak,” kata Ipin saat ditemui duajurai.com di sekitaran Bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung, Jumat malam, 29/4/2016.

Baca juga: Kisah Ipin, Bocah Pengamen Malam di Tugu Adipura dan Bundaran Lungsir Bandar Lampung

Uang yang didapatnya saban hari, kemudian dimasukannya ke dalam celengan. Menurut Ipin, jika sudah terkumpul banyak, Ipin ingin memakainya untuk biaya transportasi ke pulau Jawa. Dia ingin mengajak ayahnya lantaran ingin bertemu dengan sanak keluarga yang di sana.

“Semua uangnya saya celengin, gak dikasih ke siapapun. Kalau celengannya sudah penuh, buat ke Jawa ke rumah saudara,” kata dia sumringah. Tampak lesung pipinya menambah kesan manis di wajah bocah berkulit putih itu.

Ipin, memiliki cita-cita yang cukup tinggi. Dia ingin kelak menjadi seorang tentara. Alasannya, dia sering melihat tentara tampak gagah, apalagi sedang memegang senapan.

“Saya pengen pegang senapan. Saya senang main tembak-tembakan, jadi kalau sudah besar, pengen jadi tentara,” tuturnya.

Meski sehari-hari dia bekerja di jalanan dan bertemu dengan berbagai kalangan termasuk anak punk, dan lain-lain, namun Ipin tetap ingin tetap jadi anak baik dan berpenampilan rapih. Dia ingin tetap sekolah agar bisa mengejar cita-citanya.

“Saya gak mau jadi anak punk. Tapi saya punya kakak angkat anak punk, dia sering jagain dan bela saya kalau ada yang mau nakal ke saya,” ujarnya.

Bocah yang malam itu (Jumat) baru mendapat yang Rp20 ribu itu juga bercerita, jika gitar kecil atau yang disebutnya kentrung itu dibelinya sendiri dengan uang hasil mengamennya pertama kali.

“Pertama kali saya ngamen di daerah dekat pasar Cimeng pake tepuk tangan saja, terus dapat uang Rp125 ribu. Nah uang itu langsung saya pake buat beli kentrung ini,” kisahnya sembari sesekali menggenjreng alat kerjanya itu. (*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *