Mengenal LSD, Narkoba Berbentuk Kertas yang Bikin Khawatir Orangtua di Lampung


Rupa-rupa bentuk LSD | ist
Rupa-rupa bentuk LSD | ist

duajurai.com, Bandar Lampung – Informasi telah beredarnya narkotika jenis baru LSD atau Elsid di Lampung menimbulkan kekhawatiran kalangan orangtua. Sebabnya, seperti diberitakan duajurai.com selama tiga hari belakangan, barang haram yang juga kerap disebut “kertas happy” itu diduga juga menyasar anak-anak sebagai korbannya.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih, LSD dikemas seperti permen untuk mengecoh orang, terutama anak-anak. Anak-anak tidak akan mengira itu adalah narkoba yang sangat berbahaya.

LSD dapat mengakibatkan penggunanya mengalami halusinasi. Berbentuk layaknya permen kertas, LSD dikonsumsi dengan cara ditaruh di bawah lidah dan meleleh sendiri.

“LSD juga ada yang berbentuk cair yang dapat diteteskan ke minuman. LSD dijual bebas dengan harga Rp10.000 di kalangan anak sekolah. Rasanya enak seperti candy gummy. Tetapi jika sudah ketagihan harganya menjadi Rp36 juta per gram,” ujar perempuan akrab dipanggil Sulis tersebut kepada duajurai.com, Selasa, 26/4/2016.

Baca Polda Lampung Imbau Anak-Anak Waspada Kertas Happy, Narkoba Jenis Baru Mirip Permen Tipis

Apa sebenarnya LSD dan mengapa berbahaya? Dikutip dari situs BNN (www.bnn.go.id), LSD (lysergyc acid diethylamide) merupakan narkotika sintetis yang dibuat dari sari jamur kering yang tumbuh di rumput gandum dan biji-bijian. Asam lysergic dari jamur (ergot) ini yang kemudian diolah menjadi LSD.

LSD dikenal juga dengan nama acid, sugar cubes, blotter dan lain-lain. LSD disebut sebagai salah satu jenis narkotika yang paling ampuh untuk mengubah suasana hati. Obat ini juga merupakan jenis halusinogen yang memengaruhi mental seseorang. Penelitian laboratorium Sandoz pada 1943 mengungkapkan bahwa LSD memiliki dampak pada mental pemakainya menyerupai gangguan psikologis.

Baca Narkoba Baru Kertas Happy, BNN Lampung: Orang Dewasa Saja Bisa Mabok, Apalagi Anak-Anak

LSD diproduksi dalam bentuk kristal kemudian dicampur bahan-bahan lainnya. Kristal ini biasanya diencerkan untuk membuat formulasi cairan. LSD tidak berbau, tidak berwarna, dan memiliki rasa yang sedikit pahit.

Obat ini biasanya ditemukan dalam bentuk pil. LSD juga dijual dalam bentuk tablet kecil (mikrodot), kapsul, dan gelatin. Obat ini juga kerap ditambahkan dalam kertas penyerap kecil yang dibagi menjadi kotak-kotak kecil mirip perangko dan dihiasi aneka desain dan warna.

Terkadang, LSD juga dijual dalam bentuk cair. Namun, apa pun bentuknya, LSD dipastikan membuat pemakainya mengalami berhalusinasi. LSD umumnya dikonsumsi dengan cara ditelan atau melalui mukosa oral melalui kertas yang sudah diresapi LSD berdosis 100-300 mikrogram.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Peluru Kenai Mahasiswa UBL, Pemilik Senpi Anggota Polres Lampung Selatan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Insiden senjata api (senpi) meletus di Kampus Universitas Bandar Lampung (UBL) melibatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *