Tak Ada Jajanan Aneh di Sejumlah SD di Bandar Lampung, Pedagang Sebut Kertas Happy Tak Mungkin Masuk


Penjual makanan di luar SD Al Azhar 1 dan SD Al Azhar 2 Way Halim | M Davit Saputra/duajurai.com
Penjual makanan di luar SD Al Azhar 1 dan SD Al Azhar 2 Way Halim | M Davit Saputra/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Terkait penyebaran LSD, narkoba jenis baru yakni kertas happy di lingkungan sekolah. Pantauan duajurai.com di sejumlah SD di Bandar Lampung, dilihat dari jenis dagangannya, tampaknya jenis kertas happy tak akan mudah masuk melalui pedagang. Pasalnya pedagang jajanan di SD biasanya menjual makanan ringan dalam bentuk cepat saji.

“Waduh gak berani kita menjual yang aneh-aneh itu. Apalagi mahal. Kita jual yang murah yang penting untung. Ya kalau selama di sini saya gak pernah liat ada pedagang yang aneh-aneh,” kata Waluyo penjual Es Doger di SDN 1 Sepang Jaya kepada duajurai.com, Rabu, 27/4/2016.

Hal yang sama diutarakan Surya, penjual sosis goreng di depan SDN 1 dan SDN 2 Sawah lama. Menurut Surya, umumnya anak-anak membeli makanan dan minuman yang murah meriah. “Kalau anak-anak kan belinya paling kayak sosis ini cuma seribuan. Jadi gak mungkin kalau ada penjual makanan yang aneh-aneh di sini,” jelas Surya.

Pantauan duajurai.com, di sejumlah SD di Bandar Lampung seperti SD 1 Al azhar dan SD 2 Al azhar Way Halim, SDN 1 Sepang Jaya dan SDN 1 serta SDN 2 Sawah Lama, para pedagang jajanan di sana menjual makanan minuman cepat saji.

Jajanan tersebut seperti sosis goreng, bakso tusuk, es doger, gorengan, dan beraneka jajanan yang berharga kisaran Rp1 ribu hingga Rp3 ribu rupiah.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Polisi Sulistyaningsih mengatakan bahwa di Lampung sudah masuk narkoba jenis baru yang dinamakan LSD atau ELSID. Narkoba tersebut lebih dikenal dengan sebutan kertas happy. LSD ada yang berbentuk padat yaitu kertas tipis seperti permen tipis yang ditaruh di bawah lidah dan meleleh sendiri.

LSD dikemas seperti permen untuk mengecoh terutama anak-anak. Anak-anak tidak akan mengira bahwa itu adalah narkoba yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan halusinasi.

“LSD juga ada yang berbentuk cair yang dapat ditetes ke minuman. LSD dijual bebas dengan harga Rp10.000 di kalangan anak sekolah. Rasa yang enak seperticandy gummy. Tetapi jika kita sudah ketagihan harganya menjadi Rp 36 juta per gram,” ujar perempuan yang sering dipanggil Sulis tersebut kepada duajurai.com melalui sambungan telepon, Selasa pagi lalu, 26/4/2016.(*)

Laporan M. Davit Saputra, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Baru Dilantik, Agus Djumadi Awasi Perbaikan Jalan di Gunung Terang Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sehari setelah dilantik menjadi anggota DPRD Bandar Lampung, Agus Djumadi langsung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *