Sejumlah SD di Bandar Lampung Punya Sistem Pencegahan Masuknya Narkoba


Perguruan Al Azhar Lampung | M Davit Saputra/duajurai.com
Perguruan Al Azhar Lampung | M Davit Saputra/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Terkait informasi yang disampaikan Kabid Humas Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Polisi Sulistyaningsih tentang narkoba jenis baru yang disebut LSD atau kertas happy di kalangan pelajar, duajurai.com mencoba melakukan penelusuran ke sejumlah sekolah dasar (SD) di Bandar Lampung.

Dari hasil pantauan maupun informasi pihak sekolah, tidak ditemukan narkoba jenis tersebut. Sebaliknya, sejumlah SD sudah memiliki sistem pencegahan terhadap narkoba baik di dalam maupun di sekitar lingkungan sekolah. Salah satunya dengan cara mengawasi secara ketat pedagang jajanan sekolah.

Hal ini diutarakan Yulastri Andawani, Kepala SDN 1 Sepang Jaya. Ia selalu menyampaikan kepada anak didiknya agar tidak jajan sembarangan. Selain mengingatkan anak pihak sekolah juga melakukan pengecekan terhadap jajanan yang dijual.

“Hati-hati kalau jajan, jangan sampai bergaul dengan orang sembarangan. Boleh jajan asal jangan di luar sekolah. Kalau ada jajanan yang aneh-aneh kasih tahu guru. Itu yang saya sampaikan ke murid. Terus kami juga lakukan pengawasan terhadap pedagang,” terang Yulastri kepada duajurai.com, Rabu siang, 27/4/2016.

Hal yang sama diutarakan Zailani, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SD 1 Al Azhar Way Halim. Menurutnya anak-anak didiknya lebih disarankan untuk jajan di dalam kantin sekolah. “Karena di dalam sekolah ini hanya makanan berat seperti nasi uduk. Permen dan ciki-ciki kita tidak boleh,” ujarnya.

Makanya, lanjut dia setiap ada jajanan yang mencurigakan di luar selalu ada pengawasan ekstra dari keamanan sekolah.

“Tetap kami pantau melalui keamanan. Jangankan jajanan, buku, komik aja yang mencurigakan tidak kita izinkan jual di luar. Mainan yang cukup tajam pun kita pantau tidak boleh. Keamanan kita ini selalu mendata pedagang baru yang berjualan di luar,” tambahnya.

Selain itu, kata Zailani. Bila ada masalah-masalah yang berhubungan dengan keamanan, pihaknya selalu bekerja sama aparat Babinsa Sukarame. “Alhamdulillah belum ada temuan narkoba jenis LSD tersebut dan semoga juga tidak ada,” tutupnya.

Sebelumnya Sulistyaningsih mengatakan bahwa di Lampung sudah masuk narkoba jenis baru yang dinamakan LSD atau ELSID. Narkoba tersebut lebih dikenal dengan sebutan kertas happy. LSD ada yang berbentuk padat yaitu kertas tipis seperti permen tipis yang ditaruh di bawah lidah dan meleleh sendiri.

LSD dikemas seperti permen untuk mengecoh terutama anak-anak. Anak-anak tidak akan mengira bahwa itu adalah narkoba yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan halusinasi.

“LSD juga ada yang berbentuk cair yang dapat ditetes ke minuman. LSD dijual bebas dengan harga Rp10.000 di kalangan anak sekolah. Rasa yang enak seperticandy gummy. Tetapi jika kita sudah ketagihan harganya menjadi Rp 36 juta per gram,” ujar perempuan yang sering dipanggil Sulis tersebut kepada duajurai.com melalui sambungan telepon, Selasa pagi lalu, 26/4/2016.(*)

Baca juga: Narkoba Baru Kertas Happy Belum Ditemukan di Sejumlah SD di Bandar Lampung

Laporan M Davit Saputra, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Baru Dilantik, Agus Djumadi Awasi Perbaikan Jalan di Gunung Terang Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sehari setelah dilantik menjadi anggota DPRD Bandar Lampung, Agus Djumadi langsung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *