Puluhan Mahasiswa LMND Bandar Lampung Gelar Aksi Tuntut Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis


PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam EK LMND Bandar Lampung menggelar aksi, Senin sore, 25/4/2016. | Rosmayanti/duajurai.com
PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam EK LMND Bandar Lampung menggelar aksi, Senin sore, 25/4/2016. | Rosmayanti/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Sekira 30 mahasiswa yang tergabung dalam Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Bandar Lampung melakukan unjuk rasa di depan Indomaret ZA Pagar Alam Universitas Bandar Lampung, Senin sore, 25/4/2016.

Dalam aksi yang dilakukan selama satu jam dari pukul 16.15 hingga 17.15 WIB tersebut, mahasiswa menuntut pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis. M Arira Fitra dalam orasinya menyebutkan, kualitas pendidikan saat ini masih sangat rendah.

“Fasilitas tidak memadai, infrastruktur jauh dari kata layak, guru tidak menjalankan fungsinya untuk mencerdaskan siswa, kurikulum yang diberikan tidak ilmiah. Ini menyebabkan pola fikir setiap siswa menjadi konsumtif dan tidak kreatif dalam merespon setiap kondisi sosial yang terjadi,” ungkap Arira dalam orasinya.

Masih menurut Arira, UUD 1945 pasal 31 ayat (1) dan (2) meyatakan bahwa pendidikan adalah hak seluruh warga negara Indonesia. Namun dalam kenyataannya, masyarakat tidak mudah mengakses pendidikan.

“Masih banyak sekolah-sekolah yang menerapkan sistem pungli dalam bentuk uang pembangunan kepada setiap siswanya, ironinya ini terjadi di sekolah-sekolah negeri yang fasilitas, infrastuktur, dan gurunya dibiayai oleh uang negara”, tutur M Arira Fitra dalam orasinya

Adanya program beasiswa seperti Bidikmisi kata Arira, justru membuat mahasiswa makin apatis. Mahasiswa tidak mengembangkan kemampuan soft skill-nya baik dalam organisasi intra ataupun ekstra kampus, karena mengejar IP yang tinggi.

“Mahasiswa kini dituntut lulus cepat, disibukkan dengan kurikulum yang padat dan tugas-tugas kuliah, sehingga banyak mahasiswa yang lupa dengan tugasnya sebagai pengontrol sosial dan agen perubah,” tuturnya kepada duajurai.com ditemui di sela-sela aksi.

Selain masalah pendidikan, mahasiswa juga menyuarakan beberapa tuntutan di antaranya nasionalisasi aset strategis untuk kesejahteraan rakyat, libatkan mahasiswa dalam proses pengawasan program biling, ciptakan lapangan pekerjaan yang layak, bangun industri nasional dan upah layak nasional, wujudkan demokrasi sejati di setiap kampus, dan hapuskan UKT.(*)

Laporan Rosmayanti, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Begini Rekayasa Lalu Lintas Peresmian Flyover Untung Suropati-RA Basyid

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Jalan layang (flyover) Untung Suropati-RA Basyid akan diresmikan pada malam pergantian tahun, Selasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *