Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Unila: Proxy War Tengah Berlangsung di Indonesia


SUASANA kuliah umum Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di GSG Unila, Selasa, 26/4/2016. | Rosmayanti/duajurai.com
SUASANA kuliah umum Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di GSG Unila, Selasa, 26/4/2016. | Rosmayanti/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan proxy war merupakan ancaman terbesar negara Indonesia saat ini. Menurutnya proxy war merupakan kepanjangan tangan dari suatu negara yang berupaya mendapatkan kepentingan strategis tetapi menghindari keterlibatan langsung dalam perang.

“Dalam proxy war ini tidak bisa dikenali mana kawan dan lawan karena musuh mengendalikan non state actors dari jauh,” ucap Gatot di depan ribuan peserta kuliah umum di GSG Unila, Selasa, 26/4/2016.

Gatot menjelaskan, dari hasil diskusi akademis dengan 25 universitas di seluruh Indonesia, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI dan lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan TNI menyatakan proxy war yang dilakukan pihak asing terhadap Indonesia.

Bentuk dari proxy war tersebut di antaranya investasi besar-besaran agar mengeksploitasi dan menguasai sumber daya alam (SDA), menguasai pembuat kebijakan dan legislatif dengan cara menyuap agar menghasilkan UU yang memihak kepentingan asing, penghancuran generasi muda Indonesia melalui budaya konsumtif, situs porno, judi online, dan lain-lain.

“Contoh dan indikasi proxy war di Indonesia berlangsung dalam bermacam bentuk, seperti gerakan separatis, demonstrasi massa, pengedaran narkoba, dan lain-lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Menurut Gatot, cara untuk mengatasi proxy war yaitu dengan dua modal, geografi dan demografi. “Geografi berupa daratan dengan menjadikannya wilayah agraris dan lautan dengan menjadikannya wilayah maritim. Sedangkan modal demografi berupa kearifan lokal dan pancasila,” jelasnya.

Sebelumnya Gatot tiba di Lampung langsung menuju Markas Korem 043/ Garuda Hitam. Sebelum akhirnya menuju GSG Unila untuk memberikan kuliah umum tentang wawasan kebangsaan. Kuliah umum dihadiri oleh ribuan mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur pemerintah daerah kabupaten kota se-Provinsi Lampung.(*)

Baca juga: Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Unila: Bila Jadi Presiden Non Ekuator, Saya akan Beli Media Massa untuk Bikin Kegaduhan

Laporan Rosmayanti, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Penggiat Seni Marga Telukbetung Anjang Silau ke Teluk Semaka Tanggamus

KOTA AGUNG, duajurai.co – Penggiat seni Bandar Lampung marga Telukbetung anjang silau (kunjungan) ke Teluk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *