ADVERTORIAL: Lantik 68 Kepala Kampung, Bupati Lampung Tengah Mustafa: Layani Masyarakat dengan Dasar Pengabdian


Bupati Lampung Tengah Mustafa melantik 68 kepala kampung di Sesat Agung Gunung Sugih, Senin, 25/4/2016.| Humas Pemkab Lampung Tengah
Bupati Lampung Tengah Mustafa melantik 68 kepala kampung di Sesat Agung Gunung Sugih, Senin, 25/4/2016.| Humas Pemkab Lampung Tengah

Duajurai.com, Bandar Lampung – Bupati Lampung Tengah Mustafa melantik 68 kepala kampung (kepala desa) hasil pemilihan kepala kampung serentak tahun 2016 beberapa waktu lalu. Pelantikan berlangsung di Sesat Agung Gunung Sugih, Senin, 25/4/2016.

Pelantikan diisi dengan berbagai rangkaian acara, seperti halnya pelantikan para pejabat lainnya. Namun ada hal yang baru dalam pelantikan ini yaitu pembacaan dan penandatanganan pakta integritas kepala kampung. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 49 tahun 2011.

Fakta integritas tersebut meliputi tujuh hal terkait pencegahan korupsi, pelayanan publik, dan lainnya yang berhubungan dengan pemerintah yang bersih.

Dalam pelantikan, Mustafa mengajak para kepala kampung untuk melayani masyarakat yang didasarkan pada pengabdian, dedikasi, loyalitas dan disiplin yang tinggi.

“Saya ingin mengajak kepada seluruh jajaran pemerintah kampung, mari kita tunjukkan bahwa sebagai pelayan masyarakat. Kepentingan masyarakat menjadi prioritas kita semua,” ungkas Mustafa.

Mustafa juga mengingatkan tentang penggunaan dana desa. Ia mengingatkan agar aparat kampung tak larut dalam euforia undang-undang desa. Sebab UU Desa merupakan jembatan emas menuju surga tetapi bisa berubah menjadi jalan tol menuju penjara atau neraka.

“Saya meminta perangkat kampung berhati-hati dalam mengelola anggaran dengan berpegang pada empat dasar yang mesti dilakukan perangkat desa, yakni asas manfaat, transparansi, efektif dan efisien,” tuturnya.

Selain empat asas tersebut, ada tiga kewajiban yang meski dilakukan perangkat desa yaitu adil, melibatkan peran serta masyarakat dan akuntabilitas.

“Keberadaan UU Desa memiliki filosofi mewujudkan kesejahtaraan rakyat sehingga keadilan menjadi prinsip utama dan pertama,” tandasnya. (*adv0416)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Kecelakaan Maut Tol Sumatra, Kristyowati Mau Pindah Sekolah ke Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak empat orang tewas dalam kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Kilometer …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *