Distako Sepakat dengan Walhi Lampung Soal Reklamasi Pantai Gunung Kunyit


Sejumlah anak kecil bermain di lokasi reklamasi pantai Gunung Kunyit, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. | Imelda Astari/duajurai.com
Sejumlah anak kecil bermain di lokasi reklamasi pantai Gunung Kunyit, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Dinas Tata Kota (Distako) Bandar Lampung sepakat dengan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung terkait reklamasi pantai di kawasan Gunung Kunyit. Instansi itu setuju untuk menghentikan reklamasi.

“Kami sepakat dihentikan sementara. Tapi, kan pemerintah kota (pemkot) bukan punya saya. Bukan saya yang bisa menghentikan, yang mengeluarkan kebijakan dong yang menghentikan (reklamasi pantai),” kata Kepala Distako Bandar Lampung Effendi Yunus saat dihubungi di Bandar Lampung, Selasa, 26/4/2016.

Menurut Effendi, fungsi dari reklamasi di kawasan pesisir Kota Tapis Berseri, seperti Kecamatan Panjang, Bumi Waras, dan Telukbetung Selatan adalah zona pelabuhan utama. Selain itu, pusat pergudangan dan industri menengah, perdagangan serta jasa. “Untuk zona wisata dan pelelangan ada di kawasan Telukbetung Utara, Telukbetung Barat dan Telukbtung Timur. Kalau Gunung Kunyit itu termasuk untuk zona wisata,” ujar dia.

Sebelumnya, Walhi Lampung mendesak Pemkot Bandar Lampung untuk menghentikan semua reklamasi di kawasan pesisir. Sebab, belum ada peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang reklamasi. “Kalau belum ada perda, dasarnya apa lakukan reklamasi” Artinya, kami menganggap itu masih ilegal. Kami minta dievaluasi semuanya,” kata Direktur Walhi Lampung Hendrawan.(*)

Baca juga Walhi Lampung: Reklamasi Rusak Biota Laut dan Rugikan Nelayan

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *