Sejarah Gudang Lelang di Telukbetung Bandar Lampung


PARA pedagang di Pasar Gudang Lelang, Telukbetung, Bandar Lampung, sedang merapikan dagangan, Sabtu, 23/4/2016. Pasar tradisional ini beroperasi hingga malam. | M Idris Muadinnullah/duajurai.com
PARA pedagang di Pasar Gudang Lelang, Telukbetung, Bandar Lampung, sedang merapikan dagangan, Sabtu, 23/4/2016. Pasar tradisional ini beroperasi hingga malam hari. | M Idris Muadinnullah/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Gudang Lelang di kawasan Telukbetung, Bandar Lampung, tadinya garis pantai. Tempat itu muncul karena air laut terus menyusut.

“Karena air laut turun, maka ada ‘daratan’ sampai ke sini (Gudang Lelang),” kata Carkadi (61), warga setempat, kepada duajurai.com di atas perahu motor, Sabtu, 23/4/2016.

Carkadi mengatakan, sebelum dinamakan Gudang Lelang, tempat itu disebut Ujung Bom. Kemudian, namanya berubah menjadi Ujung Bom Gudang Lelang. Sebab, terdapat aktivitas pelelangan ikan di sana pada 1975.

Menurutnya, waktu itu, terbilang mudah mencari Ikan Tongkol. Namun, lama-kelamaan nelayan harus berlayar jauh untuk menangkap ikan. “Sebab ikan makin menjauhi pantai karena banyak limbah,” ujar Carkadi.

Gudang Lelang merupakan penyebutan untuk area dari Kantor Kelurahan Kangkung di Jalan Ikan Bawal hingga dermaga tempat kapal membongkar muatan tangkapan nelayan. Di kawasan ini Pasar Gudang Lelang yang beroperasi mulai pukul 04.00 WIB-13.00 WIB. Sedangkan pelelangan ikan, tempat pedagang berjualan ikan mulai ramai sejak pukul 13.30 WIB-21.00 WIB.(*)

Baca juga Selain Ikan, Pedagang Pasar Gudang Lelang Juga Jual Kodok

Laporan M Idris Muadinnullah, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *