Ketua AJI Bandar Lampung Yoso Muliawan: Arinal Djunaidi Harus Diberi Sanksi untuk Efek Jera


Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung | Imelda Astari/duajurai.com
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Meskipun Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Arinal Djunaedi telah meminta maaf, namun menurut Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung Yoso Muliawan, Arinal harus tetap diberikan sanksi tegas untuk memberikan efek jera.

“Ini seperti kasusnya Ridwan Hardiansyah (Wartawan Tribun Lampung) yang salah tangkap. Pejabat Polda sudah minta maaf dan kita terima, tapi sanksi tetap harus diberikan. Sanksi bisa penundaan kenaikan pangkat dan gaji. Nah Arinal sudah minta maaf kita terima, namun harus ada sanksi juga,” papar Yoso kepada awak media dalam konferensi pers di Kantor LBH Bandar Lampung, Kamis, 21/4/2016 kemarin.

Apalagi lanjut dia, Arinal merupakan pejabat tinggi di Pemprov Lampung yang seharusnya memberikan contoh yang baik. “Meski sebentar lagi memasuki masa pensiun tetap harus ada sanksi agar memberikan efek jera,” ujarnya.

Yoso menjelaskan, Indonesia termasuk peringkat 140 dalam hal kebebasan pers. Di Indonesia kebebasan pers masih sangat rendah, padahal sudah dilindungi oleh UU Pers tahun 1999.

“Dengan adanya sanksi itu jadi peringatan agar tidak ada lagi pejabat publik, kepolisian, tentara siapapun itu yang melakukan hal serupa, mengintimidasi maupun melakukan kekerasan,” pungkasnya.

Sebelumnya santer diberitakan Arinal Djunaidi dianggap melecehkan wartawan. Kasus pelecehan yang dilakukan Arinal Djunaidi bergulir tak lama setelah ia dilaporkan salah seorang pegawai Garuda Indonesia, Istahul Umam karena tindakan Arinal yang melakukan penamparan saat bertugas di Bandara Radin Inten II, Branti, Natar, Lampung Selatan, Sabtu, 16 April 2016 lalu.

Saat dikonfirmasi wartawan soal dugaan penganiyaan tersebut, Arinal marah dan mengeluarkan perkataan yang menyinggung juru warta.

Pada Rabu, 20/4/2016, sejumlah jurnalis Lampung menggelar aksi. Mereka menuntut Arinal Djunaidi meminta maaf secara terbuka. Bertempat di kantor PWI Lampung, Arinal menemui jurnalis dan meminta maaf di depan jurnalis.

Usai aksi, sejumlah jurnalis merasa belum puas karena Arinal hanya meminta maaf ke sejumlah jurnalis. Selain itu muncul wacana bahwa aksi tersebut telah didesain oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan semata. Terlihat dari prosedur aksi yang tak sesuai rencana. Di mana sebelumnya aksi akan berujung di kantor Pemprov Lampung, namun pada kenyataannya aksi berakhir di kantor PWI Lampung.(*)

Baca juga: Jurnalis Kecewa Demo Sekprov Lampung Tidak ke Pemprov, Ketua AJI Yoso Muliawan Minta Maaf di Facebook

Laporan M Davit Saputra, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Ditodong Senpi, Anggota Sat Lantas Polresta Bandar Lampung Gagalkan Curanmor

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Bandar Lampung Brigadir Rahmat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *