Soal Pelecehan Jurnalis, Ketua LBH Pers Lampung: Pejabat Tak Siap Berdemokrasi Harus Mundur


Hanafi Sampoerna (berbatik hijau) dalam konferensi pers kepada awak media di Kantor LBH Bandar Lampung, Kamis, 21/4/2016 | M Davit Saputra/duajurai.com
Hanafi Sampoerna (berbatik hijau) dalam konferensi pers kepada awak media di Kantor LBH Bandar Lampung, Kamis, 21/4/2016 | M Davit Saputra/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Lampung mengecam keras tindakan arogansi yang dilakukan oleh Arinal Junaidi, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung beberapa waktu lalu. Menurut Direktur LBH Pers Hanafi Sampurna, sikap arogan Arinal Djunaidi menunjukkan pejabat tersebut tidak siap berdemokrasi.

“Profesi jurnalis merupakan pilar ke 4 dalam demokrasi. Pejabat publik yanng tidak siap berdemokrasi lebih baik mundur,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di kantor LBH Bandar Lampung, Jalan Amir Hamzah No 35 Kelurahan Gotong Royong Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kamis, 21/4/2016.

Hanafi menambahkan, profesi jurnalis sudah dijamin dalam UU Pers. Menurutnya meski kasus ini bukan merupakan bentuk kekerasan fisik, namun termasuk bentuk kekerasan pelecehan terhadap jurnalis.

“Permintaan maaf juga tidak cukup, tapi harus dengan sanksi tegas. Jurnalis menjalankan kerja sudah benar. Isu Arinal melakukan kekerasan kepada pegawai maskapai Garuda adalah isu publik. Jadi wajar wartawan melakukan klarifikasi terhadap Arinal, namun yang didapat justru intimidasi dan pelecahan,” jelas mantan editor duajurai.com tersebut.

Di akhir pemaparannya, Hanafi berharap pejabat publik di Lampung dapat menghentikan tindakan arogansi dan intimidasi terhadap wartawan.

Kasus pelecehan yang dilakukan Arinal Djunaidi bergulir tak lama setelah ia dilaporkan salah seorang pegawai Garuda Indonesia, Istahul Umam karena tindakan Arinal yang melakukan penamparan saat bertugas di Bandara Radin Inten II, Branti, Natar, Lampung Selatan, Sabtu, 16 April 2016 lalu. Saat dikonfirmasi wartawan soal dugaan penganiyaan tersebut, Arinal marah dan mengeluarkan perkataan yang menyinggung juru warta.

Pada Rabu kemarin, 20/4/2016, sejumlah jurnalis Lampung menggelar aksi. Mereka menuntut Arinal Djunaidi meminta maaf secara terbuka. Bertempat di kantor PWI Lampung, Arinal menemui jurnalis dan meminta maaf di depan jurnalis.

Usai aksi, sejumlah jurnalis merasa belum puas karena Arinal hanya meminta maaf ke sejumlah jurnalis. Selain itu muncul wacana bahwa aksi tersebut telah didesain oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan semata. Terlihat dari prosedur aksi yang tak sesuai rencana. Di mana sebelumnya aksi akan berujung di kantor Pemprov Lampung, namun pada kenyataannya aksi berakhir di kantor PWI Lampung.(*)

Baca juga: Jurnalis Kecewa Demo Sekprov Lampung Tidak ke Pemprov, Ketua AJI Yoso Muliawan Minta Maaf di Facebook

Laporan M Davit Saputra, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Ditodong Senpi, Anggota Sat Lantas Polresta Bandar Lampung Gagalkan Curanmor

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Bandar Lampung Brigadir Rahmat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *