Sepekan Kontroversi Sekprov Lampung Arinal Djunaidi: Insiden Bandara Hingga Status FB Ketua AJI (2-habis)


SEKRETARIS Daerah Provinsi Lampung Arinal Djunaidi (tengah) menyampaikan permohonan maaf di hadapan jurnalis di Kantor PWI Lampung, Rabu, 20/4/2016. | Imelda Astari/duajurai.com

duajurai.com, Bandar Lampung – Dalam sepekan terakhir Arinal Djunaidi ramai diberitakan. Sayangnya, nama Sekretaris Provinsi Lampung tersebut “wara wiri” di berbagai media massa Bumi Ruwa Jurai bukan untuk hal positif atau good news.

Adalah dua tindakan “sumbang” Arinal yang kemudian membuatnya diberitakan dengan tone negatif alias bad news. Pertama, dia diduga memukul pegawai Garuda Indonesia di Bandara Radin Inten II pada Sabtu, 16/4/2016. Dan kedua, mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung tersebut memarahi wartawan saat dikonfirmasi dugaan pemukulan tersebut. Buntutnya, para wartawan yang merasa profesinya dilecehklan kemudian mendemo Arinal pada Rabu, 20/4/206.

Berikut jejak kontroversi Arinal Djunaidi dalam sepekan terakhir yang dirangkum duajurai.com dari berbagai pemberitaan.

  • Rabu pagi, 20/4/2016

Puluhan jurnalis dari media cetak, elektronik dan online di Lampung menggelar unjuk rasa. Mereka mengecam pernyataan Sekretaris Provinsi Lampung Arinal Djunaidi kepada wartawan, khususnya wartawan Tribun Lampung Noval Andriansyah, saat mengonfirmasi dugaan pemukulan yang dilakukannya terhadap pegawai Garuda Indonesia.

Aksi melibatkan sejumlah organisasi profesi, di antaranya Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung. Semula unjuk rasa dijadwalkan dimulai dari Tugu Adipura, lalu berjalan menuju kantor PWI Lampung, dan berakhir di kantor Pemprov Lampung. Entah kenapa, aksi berakhir di kantor PWI dan urung ke pemprov.

Arinal kemudian datang ke kantor PWI di Jalan Ahmad Yani. Ia akhirnya meminta maaf atas tindakannya yang dinilai melecehkan wartawan. “Saya sudah menyadari apa yang saya katakan tidak pantas. Dengan ucapan saya itu, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” kata Arinal dengan suara bergetar.

  • Rabu petang

Permintaan maaf Arinal rupanya tak lantas membuat persoalan selesai. Unjuk rasa pada Rabu pagi menyisakan sejumlah cerita. Sejumlah jurnalis menilai ada yang janggal dari jalannya aksi dan momen kedatangan Arinal ke kantor PWI Lampung.

Mereka mempertanyakan rute aksi yang berakhir di kantor PWI. Padahal awalnya, aksi diniatkan menempuh rute mulai Tugu Adipura, kantor PWI, kemudian berakhir di kantor Pemprov Lampung. Para jurnalis semula juga berharap Arinal menemui peserta aksi dan meminta maaf kepada wartawan di komplek kantor pemprov.

Ketua AJI Bandar Lampung Yoso Muliawan yang terlibat dalam aksi dan hadir dalam pertemuan di kantor PWI bahkan merasa perlu meminta maaf kepada para jurnalis. Yoso termasuk yang merasa kecolongan karena aksi berubah dari skenario awal. Redaktur desk Politik harian Tribun Lampung tersebut menyampaikan permintaan maaf melalui akun Facebook-nya, Rabu petang.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *