Jurnalis Kecewa Demo Sekprov Lampung Tidak ke Pemprov, Ketua AJI Yoso Muliawan Minta Maaf di Facebook


KETUA Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lampung Yoso Muliawan (mengepalkan tangan) | Imelda Astari/duajurai.com
KETUA Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lampung Yoso Muliawan (mengepalkan tangan) | Imelda Astari/duajurai.com

duajurai.com, Bandar Lampung – Unjuk rasa puluhan wartawan di Bandar Lampung memprotes Sekretaris Provinsi Lampung Arinal Djuniadi pada Rabu, 20/4/2016, menyisakan sejumlah cerita. Meski Arinal sudah meminta maaf, khususnya kepada wartawan Tribun Lampung Noval Ardiansyah, sejumlah jurnalis menilai ada yang janggal dari jalannya aksi dan momen kedatangan Sekprov ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung.

Informasi yang dihimpun duajurai.com, sejumlah jurnalis mempertanyakan rute aksi yang berakhir di kantor PWI di Jalan Ahmad Yani, Bandar Lampung. Padahal awalnya, aksi pada Rabu pagi itu diniatkan menempuh rute mulai Tugu Adipura, kantor PWI, kemudian berakhir di kantor Pemprov Lampung. Para jurnalis semula juga berharap Arinal menemui peserta aksi dan meminta maaf kepada wartawan di komplek kantor pemprov.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung Yoso Muliawan yang terlibat dalam aksi dan hadir dalam pertemuan di kantor PWI bahkan merasa perlu meminta maaf kepada para jurnalis. Yoso termasuk yang merasa kecolongan karena aksi kekecewaan terhadap tindakan Arinal yang dianggap melecehkan profesi jurnalis itu malah berubah dari skenario awal.

Redaktur desk Politik harian Tribun Lampung tersebut menyampaikan permintaan maaf melalui akun Facebook-nya, Rabu petang. Berikut petikan lengkapnya.

Teruntuk kawan-kawan jurnalis yang ikut aksi solidaritas ‘Mengecam Pelecehan dan Intimidasi Wartawan oleh Sekda Provinsi Lampung’ di kantor PWI Lampung tadi pagi, saya atas nama pribadi dan kelembagaan AJI Bandar Lampung meminta maaf jikalau ada kawan-kawan jurnalis yang merasa tidak puas.

Terus terang saya tidak ikut setting aksi tersebut. AJI tidak menginisiasi, melainkan hanya ikut bersolidaritas. Setahu saya, rute aksi tadi pagi adalah: Tugu Adipura, kantor PWI, kemudian berakhir di Pemprov Lampung. Tapi tiba-tiba, aksi berakhir di kantor PWI dengan kedatangan Sekda Provinsi Lampung.

Ada kawan-kawan jurnalis yang kemudian tidak puas atas permintaan maaf dari Sekda Provinsi Lampung, karena hanya dilakukan di ruangan atas kantor PWI, tetapi tidak dilakukan juga di bawah (halaman kantor PWI).

Sekali lagi, saya minta maaf dengan kawan-kawan yang tidak puas. Awalnya saya hanya ingin rute aksi dari Tugu Adipura langsung ke Pemprov Lampung. Kalaupun Sekda Provinsi Lampung mau minta maaf, maka harus dilakukan langsung kepada seluruh kawan-kawan jurnalis, bukan hanya dengan satu atau dua orang jurnalis. Tabik.

Aksi demo terhadap Arinal Djunaidi dilakukan sebagai reaksi kekecewaan atas pernyataan Sekrpov Lampung itu yang dianggap melecehkan wartawan pada Senin, 18/4/2016. Pelecehan terjadi ketika sejumlah pewarta mengonfirmasi Arinal mengenai dugaan dia memukul pegawai Garuda Indonesia Istahul Umam di Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan, akhir pekan lalu.

Pejabat utama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung itu menolak memberikan tanggapan. Ia bahkan tampak emosi. Dengan gusar Arinal menyayangkan pemberitaan yang beredar luas namun tanpa mendapat konfirmasi darinya.(*)duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Wagub Nunik Lepas Tim Sepakbola Lampung U-14 Ikuti Kejurnas Piala Menpora

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim melepas Tim Sepakbola Lampung U-14 untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *