Hari Kartini, Ibu Rumah Tangga asal Tanjungkarang Pusat Mengadu ke LBH Bandar Lampung


Evi Dewi Antika (43) ibu rumah tangga asal Tanjungkarang Pusat di kantor LBH Bandar Lampung | M Davit Saputra/duajurai.com
Evi Dewi Antika (43) ibu rumah tangga asal Tanjungkarang Pusat di kantor LBH Bandar Lampung | M Davit Saputra/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Evi Dewi Antika (43) ibu rumah tangga asal Tanjungkarang Pusat merayakan Hari Kartini di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung. Ia melaporkan permasalahan yang menimpa anaknya Edo Tamsi. Menurut Evi anaknya dijebak oleh kawannya sendiri yang notabene pemakai dan pengedar narkoba.

Evi menuturkan, saat itu Rabu Malam, 20/4/2016 sekitar pukul 19.00 WIB anak bungsunya Edo Tamsi (15) sedang mandi hujan di sekitar rumah. Lalu kakak kandung Edo baru pulang dari kerjaannya menjadi tukang parkir dan saat bersamaan meminta sang adik memesan mie ayam.

“Tiba-tiba temannya Arman meminta Edo nemanin buat ketemu dengan seseorang. Kemudian Arman menyuruh anak saya menyerahkan kotak HP yang ternyata berisi ganja, ke teman Arman yang ternyata polisi. Kejadian di sekitar mal chandra tanjung karang,” kata Evi sambil sesekali meneteskan air mata di hadapan awak media, di kantor LBH Bandar Lampung, Kamis, 21/4/2016.

“Akhirnya anak saya ditangkap polisi. Armannya kabur, sudah saya ubek-ubek tidak ketemu. Masa anak saya tidak make dibilang make. Anaknya merokok saja tidak,” tambahnya.

Lanjut Evi, anaknya merupakan sosok yang lugu dan polos, sehingga saat dimintai tolong oleh Arman dia manut saja. “Anak saya ini polos. Dia dijebak. Ini (anak saya) lihat muka polisi saja takut. Nangis terus dimarahin di kepolisian. Tidak nyangka kenapa bisa kejebak,” jelasnya.

Menurut Evi, sebagian warga sekitar supermarket Chandra Tanjungkarang sudah mengetahui Arman pemakai dan pengedar. Sebelumnya juga pernah ditangkap saat transaksi di Polda.

“Ini para tetangga ngancam mau demo bilang bawa anak saya itu korban. Kalau bisa kepolisian dapat menyelidiki lagi kasus ini, karena anak saya hanya korban. Dia tidak tahu apa-apa. Semua warga kampung siap bersaksi bahwa Edo tidak bersalah,” ujarnya.

Menanggapi kisah Evi, Direktur Eksekutif LBH Bandar Lampung, Alian Setiadi mengaku akan mempelajari pengaduan tersebut.

“Kalau ada rekayasa terhadap kasus ini kita bisa dampingi karena anak di bawah umur ini rawan sekali diintimidasi. Kita siap mendampingi. Hari ini kita pelajari berkas yang masuk,” tutupnya.(*)

Laporan M Davit Saputra, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *