Dihalang-Halangi Kapolsek Kedaton saat Laporan ke Kapolda Lampung, Imelda Disarankan Lapor ke Propam


Imela (kerudung merah) melaporkan perkaranya kepada Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin saat membuka kantor di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, Kamis, 21/4/2016. Ibu rumah tangga itu mengaku dianiaya karena menegur anak Yeyen, warga Jalan Badak, Kedaton, pada Maret lalu. | Alhuda Tri Putra/duajurai.com
Imelda (kerudung merah) melaporkan perkaranya kepada Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin saat membuka kantor di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, Kamis, 21/4/2016. Ibu rumah tangga itu mengaku dianiaya karena menegur anak Yeyen, warga Jalan Badak, Kedaton, pada Maret lalu. | Alhuda Tri Putra/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Imelda (38), warga Jalan Badak, Kedaton, Bandar Lampung mengadukan masalah penganiayaan yang menimpanya kepada Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin. Pengaduan tersebut dilakukan dalam kegiatan ‘Kapolda Lampung berkantor di luar’ di Terminal Rajabasa, Kamis, 21/4/2016.

Menurut Imelda, sewaktu ia akan melaporkan masalahnya ke Kapolda Lampung Kamis, 7/4/2016 lalu, ia merasa dihalang-halangi oleh salah seorang anggota dari Polsek Kedaton. Menanggapi hal tersebut, Irwasda Polda Lampung Komisaris Besar Polisi Budi Susanto menyarankan Imelda untuk melaporkan oknum tersebut ke bidang Propam Polda Lampung.

Atas pelaporan tersebut, duajurai.com menghubungi Kapolsek Kedaton Komisaris Polisi Handak Prakasa. Menurut Handak, ia tidak merasa menghalang-halangi Imelda untuk melapor ke Kapolda. Ia hanya menjelaskan bahwa kasus tersebut sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

“Saya tidak merasa menghalangi Saudari Imelda untuk melapor, Justru saya menjelaskan bahwa kasus yang dilaporkannya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan,” ujar Handak kepada duajurai.com via sambungan telepon.

Sebelumnya diberitakan, Imelda dan tetangganya Yeyen (37), terlibat pertengkaran pada Maret lalu. Dalam perselisihan itu, Yeyen mengajak rekannya Santi (30) menganiaya Imelda. Pertengkaran itu diawali tegurannya terhadap anak Yeyen yang melarang sang bocah bermain bola dekat Pohon Mangga.

Setelah kejadian tersebut, Imelda melaporkan Yeyen ke Polsek Kedaton. Tak lama, Yeyen menempuh cara yang sama. Dia melaporkan balik Imelda ke Polresta Bandar Lampung. Dalam prosesnya, polisi menetapkan Imelda menjadi tersangka.(*)

Baca juga: Tak Terima Anaknya Ditegur, Ibu Rumah Tangga Aniaya Warga Kedaton Bandar Lampung

Laporan Alhuda Tri Putra, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *