Mengenal Tradisi Bebai Nyucun Pahar Pesisir Barat Lampung yang Pecahkan Rekor Dunia


KEGIATAN Parade Budaya 1001 Bebai Nyucun Pahar di Krui Pesisir Barat. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Festival Teluk Stabas ke-3 | Lampunginsta
KEGIATAN Parade Budaya 1001 Bebai Nyucun Pahar di Krui Pesisir Barat. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Festival Teluk Stabas ke-3 | Lampunginsta

Duajurai.com, Bandar Lampung – Festival Teluk Stabas (FTS) ke-3 yang berlangsung sejak 15 April hingga 22 April mendatang menorehkan catatan manis. Pasalnya, salah satu acara di dalamnya berhasil memecahkan rekor dunia dari Museum Rekor Indonesia (Muri).

Acara tersebut adalah ‘Parade Budaya 1001 Bebai Nyucun Pahar’. Parade budaya yang digelar Jumat, 15/4/2016 lalu tersebut dinilai Muri berhasil memecahkan dunia, dalam hal keterlibatan jumlah bebai (perempuan)yang me-nyuncun (menjinjing di atas kepala) pahar (alat tradisonal).

Menurut salah seorang dari Tim Muri yang hadir dalam kegiatan tersebut, Triono, parade budaya 1001 bebai nyuncun pahar merupakan kegiatan yang hanya di Indonesia dan dunia.

“Dengan berat hati tim Muri bukan hanya memberikan predikat rekor Indonesia saja, melainkan rekor dunia, karena kegiatan ibu ibu terbanyak nyuncun pahar dan pahar hanya ada di Krui dan satu satunya ada di Pesisir Barat. Juga di Indonesia bahkan di dunia,” ungkapnya seperti dikutip Situs Pemkab Pesisir Barat, Rabu, 20/4/2016.

Triono menambahkan, suatu kegiatan yang mendapatkan rekor Indonesia atau dunia itu dinilai karena memiliki adat istiadat dan mengandung mahakarya. Di Indonesia sendiri, sangat banyak memiliki keanekaragaman budaya, adat istiadat dan suku sehingga masyarakat harus bangga memiliki bangsa Indonesia.

”Muri memberikan apresiasi tinggi terhadap parade budaya yang ada di Indonesia, khususnya kepada Pesisir Barat. Ini akan membuka mata dunia. Di mana masyarakat Krui memiliki kesetiaan budaya leluhur yang sangat kuat dan mendasar,” pungkasnya.

Sementara, Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal mengatakan bahwa parade budaya di Kabupaten Pesisir Barat yang merupakan daerah otonomi baru (DOB) memiliki banyak keanekaragaman budaya dan adat istiadat yang hingga saat ini masih dijunjung tinggi oleh masyarakat yang dikenal tinggal di Bumi Para Sai Batin ini.

“Upaya untuk mendapatkan rekor Muri ini adalah salah satu langkah awal Pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat untuk menunjukkan kepada Indonesia bahkan dunia bahwa Krui Pesisir Barat bukan hanya dikenal dengan potensi wisata pantainya saja, melainkan potensi mahakarya warisan dari leluhur kami,” jelas Agus.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Pesisir Barat, Audi Marfi, kegiatan bebai nyucun pahar merupakan adat istiadat yang sudah berlangsung turun temurun. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan saat memperingati Hari Raya Idhul Fitri dan kegiatan sakral lainnya.

Pahar sendiri dalam pengertian khusus yaitu sebuah nampan yang memiliki tapakan bundar di bagian bawahnya yang keseluruhannya terbuat dari bahan kuningan dan tembaga. Kegunaan alat ini adalah sebagai tempat untuk meletakan makanan lengkap khas Kabupaten Pesisir Barat.

“Biasanya ibu-ibu membawa pahar tersebut ke tempat tujuan pesta atau sanak saudara lainnya dalam kegiatan sakral yang rutin digelar di waktu-waktu tertentu dengan cara me-nyuncun atau membawa dengan meletakkan pahar tersebut di atas kepala,” jelas Audi.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *