Soal Kemandirian Listrik Lampung Gubernur Mengaku Telah Lakukan Upaya Nyata, Ini Daftarnya


GUBERNUR Lampung M Ridho Ficardo di lingkungan kantor Pemprov Lampung Senin, 12/4/2016 | Imelda Astari/duajurai.com
GUBERNUR Lampung M Ridho Ficardo di lingkungan kantor Pemprov Lampung Senin, 12/4/2016 | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan, semangat kemandirian energi listrik Lampung terus digencarkan dengan mendorong percepatan pembangunan pembangkit listrik di Lampung.

“Ada beberapa hal juga yang sedang kita urus, tentunya rencana pembangunan infrastruktur listrik ini harus masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN. Bagaimanapun tentang sumber daya dan investornya juga harus masuk dalam RUPTL,” kata Ridho saat ditemui duajurai.com di lingkungan kantor Pemerintah Provinsi Lampung Selasa, 12/4/2016.

Menurutnya, Pemprov selain meminta dukungan masyarakat Lampung, juga melakukan upaya-upaya percepatan pembangunan pembangkit di Lampung. Adapun upaya nyata yang telah dilkukan, di antaranya adalah mendorong dan mendukung pelelangan wilayah kerja pertambangan (WKP) Panas Bumi PLTP Way Ratai kapasitas 105 MWe, mendorong dan mendukung penambahan kapasitas produksi PLTP Ulubelu (saat ini Unit 1 dan 2, 2 x 55 MW).

“PLTP Ulubelu unit 3 miliki kapasitas 55 MW dan ditargetkan mulai operasi secara komersial pada Agustus 2016, sementara unit 4 memiliki kapasitas 55 MW dan ditargetkan dapat COD pada Juni 2017,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong percepatan pembangunan PLTP Rajabasa 2 x 110 MW dan mendorong beberapa investor PLTG untuk bekerja sama dengan PT PGN, karena seperti diketahui gas PGN lebih dari 200 MMBTU yang setara dengan sekitar 800 MW belum terpakai.

Ridho menambahkan, Pemprov Lampung juga  mendorong penyelesaian pembangunan transimisi jalur timur, serta mendukung rencana PLN untuk mengadakan program jangka pendek mengatasi defisit dengan mobile power plant 100 MW yang akan beroperasi di bulan Juli 2016.

“Terdekat, kami juga mendorong PLN segera merealisasikan serah terima PLTU Sebalang 200 MW agar dapat beroperasi pada tahun ini,” katanya.

Dia menambahkan, pada Februari 2016 lalu, Pemprov Lampung juga sudah mendapat kesepakatan pasokan batu bara dua juta ton per tahun dari PT Bukit Asam (Persero) untuk operasional pembangunan PLTU.

“Dalam hal ini, PT BA telah bersedia untuk ikut berinvestasi di dalam pembangunan PLTU tersebut,” katanya. (*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Wagub Lampung Nunik Buat Proyek Percontohan SMKN Gratis

SEMARANG, duajurai.co – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) akan membuat proyek percontohan (pilot project) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *