Sudah 5 Tahun Pembunuh Anaknya Tidak Ditemukan, Ahmad Karim Lapor Kapolda Lampung Ike Edwin


Ayah korban, Ahmad Karim (kanan) saat memberikan laporan usai menghadap Kapolda Lampung di halaman Bambu Kuning Square, Kamis, 7/4/2016. | M Davit Saputra/duajurai.com
Ayah korban, Ahmad Karim (kanan) saat memberikan laporan usai menghadap Kapolda Lampung di halaman Bambu Kuning Square, Kamis, 7/4/2016. | M Davit Saputra/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Seorang warga Lampung Tengah Ahmad Karim mengadu tentang kasus pembunuhan yang menimpa anaknya kepada Kapolda Lampung. Ahmad menyampaikan persoalan tersebut dalam kegiatan bertajuk Kapolda Berkantor di Luar yang berlangsung di Halaman Bambu Kuning Square, Tanjungkarang, Kamis, 7/4/2016.

Kasus tersebut merupakan kasus lama yakni tahun 2011. Namun karena sampai hingga sekarang pelakunya belum tertangkap, lelaki baya tersebut melaporkannya kembali dan langsung kepada Kapolda.

Korban adalah seorang polisi bernama Fauzi Yusrizal berpangkat Brigadir Polisi Satu. Fauzi tertembak mati oleh bekas pacar calon istrinya.

“Singkat cerita (Almarhum Fauzi) menelpon saya mengaku mau menikah dengan Sri Yani asal  Gunung Sugih. Saya tanya apa saja syaratnya, anak saya bilang sang calon istri minta uang 30 juta dan emas 15 gram. Saya penuhi syarat tersebut,” kata Ahmad Karim memulai ceritanya di hadapan Kapolda Lampung di Bambu Kuning Square, Kamis, 7/4/2016.

Kejadian bermula saat alamarhum dan calon isterinya sedang mengurus persyaratan pernikahan di Mapolres Lampung Tengah, namun tiba-tiba ada dua orang lelaki (mantan pacar Sri dan adiknya) datang.

“Anak saya dikeroyok di depan polres dan ditembak mati. Hingga saat ini pelaku belum tertangkap. Saya mohon banget diketemukan yang bunuh anak saya. Saya sampai 6 bulan tidur di makam anak saya karena gak tenang,” tutupnya.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Dery Agung Wijaya membenarkan hal itu, karena pada saat itu dirinya sedang menjabat Kasatreskim Polres Lampung Tengah. “Kejadian di Polres Lamteng, Sri Yani (calon istri Briptu Fauzi) dihubungi terus oleh mantannya yang ditemani adiknya. Kemudian mereka janjian di depan polres,” kata Dery merajut kembali kisah tersebut.

“Usai mengurus pernikahan di Polres, Sri yani bertemu dengan mantannya di depan polres dan ributlah di situ. Korban pun menhampiri, terjadi cekcok dan perkelahian. Senjata korban terjatuh,  direbut oleh adik tersangka ditembakkanlah ke badan korban, kemudian kedua tersangka melarikan diri,” tambahnya.

Menurut Dery saat itu kepolisian sudah menetapkan kakak beradik tersebut sebagai tersangka, bahkan sudah dilakukan 10 kali penggerebakan namun tersangka tidak ditemukan. “Rumah di Mesuji lari ke Pringsewu dan Tanggamus sampai kita ke Pulau Jawa. 10 tempat digeledah namun belum tertangkap,” paparnya.

Menanggapi hal itu Ike Edwin memberikan waktu 1 bulan kepada jajarannya untuk menangkap pelaku. “Bisa gak satu bulan saya kasih waktu. Nangkap begini masa gak bisa, teroris saja bisa,” pungkasnya.(*)

Laporan M Davit Saputra, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Hearing DPRD Lampung, Walhi: Cabut Izin Penambang Pasir Perairan Sebesi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung mengundang dua LSM …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *